Selasa, 27 JANUARI 2026 • 21:38 WIB

Badai Musim Dingin Ekstrem Mengakibatkan Korban Jiwa di Amerika Serikat

Author

Badai Musim Dingin Ekstrem Mengakibatkan Korban Jiwa di Amerika Serikat

Badai musim dingin yang ekstrem melanda Amerika Serikat, mengakibatkan setidaknya 30 kematian di berbagai negara bagian. Suhu yang turun di bawah titik beku memaksa banyak warga bertahan hidup dalam kondisi yang sangat sulit.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik

Salju tebal, mencapai lebih dari 30 cm, dan angin dingin yang kencang semakin memperburuk situasi, menyebabkan pembatalan penerbangan dan penutupan sekolah di banyak lokasi.

Dampak Ekstrem dari Badai Musim Dingin

Cuaca dingin yang ekstrem menyelimuti dua pertiga wilayah Amerika Serikat dan diprediksi tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Menurut Badan Layanan Cuaca Nasional (NWS), udara Arktik baru akan mempertahankan suhu beku di daerah yang terdampak.

Badai ini menghantam wilayah timur laut pada Senin, 26 Januari, dan mengakibatkan gangguan besar dalam lalu lintas. Tumpukan salju sepanjang 2.100 kilometer dari Arkansas hingga New England menghentikan aktivitas sehari-hari dan mendorong banyak sekolah menutup fasilitas mereka.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Korban Jiwa dan Penemuan Tragis

Korban tewas akibat badai ini meliputi insiden tragis, termasuk dua orang yang tertabrak kendaraan pembersih salju di Massachusetts dan Ohio. Empat kematian lainnya dilaporkan di Arkansas dan Texas, termasuk kecelakaan melibatkan alat seluncur salju.

Di Emporia, Kansas, polisi menemukan seorang wanita berusia 28 tahun yang berprofesi sebagai guru, ditemukan tewas dan tertimbun salju. Wanita ini dilaporkan terakhir terlihat meninggalkan sebuah bar tanpa mengenakan mantel serta tidak membawa ponselnya.

Gangguan Listrik dan Transportasi

Badai musim dingin ini menyebabkan lebih dari 560.000 pemadaman listrik di berbagai wilayah, terutama di wilayah selatan. Aktifitas transportasi pun terhambat, dengan lebih dari 11.000 penerbangan mengalami penundaan dan pembatalan di seluruh negeri pada 26 Januari.

Di New York City, kantor Wali Kota Zohran Mamdani melaporkan bahwa setidaknya delapan orang ditemukan tewas di luar ruangan saat suhu menurun drastis selama akhir pekan. Penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan penyebab kematian mereka.

Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU