Selasa, 27 JANUARI 2026 • 17:40 WIB

Badai Salju Pecahkan Rekor, Ribuan Penumpang Terkandas di Bandara Hokkaido

Author

Badai Salju Pecahkan Rekor, Ribuan Penumpang Terkandas di Bandara Hokkaido

Hujan salju lebat yang mencetak rekor di Hokkaido, Jepang, telah mengakibatkan gangguan parah pada layanan transportasi, memaksa sekitar 7.000 orang terjebak di Bandara New Chitose.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Fenomena cuaca ekstrem ini berlangsung antara 25 hingga 26 Januari 2026, berujung pada pembatalan penerbangan dan layanan kereta yang merusak mobilitas di kawasan tersebut.

Dampak Hujan Salju Terhadap Transportasi

Hujan salju yang melanda Hokkaido mencatat salju setebal 64 cm di distrik Chuo, Sapporo, dalam rentang waktu 48 jam. Hal ini menjadikannya sebagai hujan salju terberat yang tercatat sejak Maret 1999.

Transportasi mengalami gangguan signifikan dengan pembatalan penerbangan oleh maskapai Japan Airlines dan All Nippon Airways, serta penutupan ruas jalan tol menuju Sapporo. Ribuan penumpang terpaksa menginap di bandara akibat situasi ini.

Hokkaido Railway Co juga mengkonfirmasi pembatalan layanan kereta di sekitar Sapporo sampai siang hari pada tanggal 26 Januari. Sebanyak 545 layanan kereta dibatalkan pada hari Minggu, menunjukkan dampak luas dari bencana cuaca ini.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat

Kondisi di Bandara New Chitose

Situasi di Bandara New Chitose dapat digambarkan sebagai 'level bencana', dengan media sosial ramai dengan seruan minta tolong dari para penumpang yang terjebak. Condisi ini membuat bandara 'penuh sesak' dengan orang-orang yang menunggu kepastian.

Para turis yang sebelumnya tiba untuk bermain ski kini harus menunda rencana mereka karena tidak adanya moda transportasi alternatif. Sekitar 7.000 orang terpaksa tetap berada di dalam bandara akibat pembatalan layanan kereta.

Terlebih lagi, layanan bus menuju Sapporo juga dihentikan oleh karena badai salju, semakin memperumit situasi bagi pengunjung yang ingin melanjutkan perjalanan mereka.

Upaya Penanganan oleh Otoritas Setempat

Otoritas setempat berupaya cepat dengan menyediakan lebih dari 1.000 selimut untuk para penumpang yang terjebak di dalam bandara dan lorong bawah tanah Chikaho yang terhubung dengan Stasiun Kereta Bawah Tanah Sapporo. Tindakan ini diambil untuk membantu meringankan kondisi yang sulit.

Pembersihan salju dan upaya lain dilakukan sebagai langkah respons terhadap bencana ini. Namun, pemulihan transportasi hingga saat ini masih menjadi tantangan yang signifikan bagi wilayah tersebut.

Penggunaan media sosial juga terlihat meningkat sebagai cara bagi warga untuk melaporkan kondisi mereka dan meminta bantuan dari otoritas, sehingga menciptakan jaringan informasi dalam situasi darurat yang kritis ini.

Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU