Gunung berapi bawah laut Kavachi di Kepulauan Solomon mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan, terdeteksi melalui citra satelit dari NASA.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Perubahan warna air di sekitar gunung berapi ini menandakan bahwa kemungkinan letusan telah dimulai sejak Oktober tahun lalu.
Penemuan dan Observasi oleh NASA
Operasional Land Imager-2 (OLI-2) yang terpasang pada satelit Landsat-9 memberikan citra menunjukkan perubahan warna air di atas gunung berapi Kavachi.
Perubahan warna ini menarik perhatian para peneliti dan dianggap sebagai indikator awal aktivitas vulkanik yang mungkin sedang berlangsung.
Menurut pernyataan dari Earth Observatory NASA, perubahan warna tersebut terdeteksi pada bulan April dan Mei, menunjukkan adanya potensi letusan setelah periode tenang yang cukup lama.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas
Ekologi dan Kehidupan Laut di Sekitar Kavachi
Sebuah penelitian oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menunjukkan bahwa semburan air dan material dari gunung berapi berfungsi sebagai magnet bagi komunitas mikroba di sekitarnya.
Selama ekspedisi pada tahun 2015, ilmuwan menemukan bahwa kawasan aktif ini juga dihuni oleh hiu martil dan hiu sutra, meskipun kondisi lingkungan sangat ekstrem.
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh jurnal Oceanography, dinyatakan, 'Kehadiran hiu di kawah tersebut menimbulkan pertanyaan baru tentang ekologi gunung berapi bawah laut aktif.'
Prediksi dan Implikasi Aktivitas Vulkanik
Kavachi merupakan gunung berapi yang terletak di zona aktif tektonik, dengan catatan letusan yang terjadi sejak tahun 1939.
Penduduk di pulau-pulau terdekat melaporkan sering melihat uap dan abu di permukaan air, yang merupakan indikasi jelas adanya aktivitas vulkanik di bawah permukaan.
Dampak dari aktivitas vulkanik ini tidak hanya berpengaruh pada ekosistem laut tetapi juga dapat memengaruhi komunitas manusia sekitarnya, sehingga diperlukan pemantauan yang berkelanjutan untuk mengurangi risiko yang mungkin timbul.
Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: