Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 22:00 WIB

Banjir Bandang di Purbalingga: Satu Meninggal dan Ratusan Rumah Terendam Lumpur

Author

Banjir Bandang di Purbalingga: Satu Meninggal dan Ratusan Rumah Terendam Lumpur

Pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, dua desa di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mengalami bencana banjir bandang yang mengakibatkan satu orang tewas dan ratusan rumah terendam air dan lumpur.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Banjir terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, membawa material lumpur dan kayu gelondongan ke permukiman warga, menyebabkan kerusakan yang signifikan.

Dampak Banjir Bandang di Dua Desa

Banjir bandang berdampak parah di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, dan Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, dengan ratusan rumah terendam air. Sebanyak delapan rumah dilaporkan rusak parah terhantam arus kuat.

Akibat kejadian ini, banyak warga terpaksa mengungsi, menghadapi kehilangan harta benda, termasuk hewan ternak yang hilang terbawa arus.

Proses pemulihan saat ini sedang diterapkan oleh pemerintah setempat dan relawan untuk membersihkan area yang terkena dampak. Upaya ini juga bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Proses Evakuasi dan Bantuan

Aparat setempat dan tim gabungan telah menjalankan evakuasi terhadap warga yang terjebak akibat banjir. Proses pendataan korban juga dilakukan untuk menyesuaikan bantuan yang akan diberikan.

Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya berkolaborasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penyaluran bantuan. Tim relawan terus berupaya membersihkan sisa-sisa material banjir.

Pembersihan dari lumpur tebal dan kayu gelondongan menjadi tantangan tersendiri bagi relawan dan warga dalam proses pemulihan.

Sumber Material Banjir dan Implikasi Jangka Panjang

Ali Nur Setiawan menjelaskan bahwa material kayu yang terbawa oleh banjir diduga berasal dari wilayah hulu sungai, mengingat dominasi wilayah desa sebagai daerah paling tinggi. "Wilayah kami merupakan daerah paling atas, sehingga kemungkinan material kayu itu berasal dari aliran sungai di wilayah Desa Serang," ujarnya.

Analisis lebih lanjut mengenai penyebab banjir bandang rencananya akan dilakukan untuk menilai tindakan pencegahan di masa depan. Penelitian ini akan mencakup pengelolaan sumber daya alam di daerah rawan banjir.

Pemerintah daerah juga berencana memberikan survei lebih mendalam mengenai aspek geologi dan tata ruang untuk langkah mitigasi yang lebih efektif.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU