Sebanyak 2.117 warga negara Indonesia (WNI) telah mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja, dalam sepekan terakhir untuk meminta bantuan kembali ke Tanah Air.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan
Angka ini mengalami peningkatan drastis seiring dengan razia yang dilaksanakan Pemerintah Kamboja terhadap tindakan penipuan daring, yang memaksa banyak warga negara asing meninggalkan sindikat tersebut.
Peningkatan Permintaan Pulang WNI
Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), terdapat 224 WNI yang terdaftar pada 22 Januari 2026 dan 164 tambahan pada 23 Januari 2026 sampai pukul 17.00 waktu setempat.
Dengan demikian, jumlah total WNI yang meminta dipulangkan dari tanggal 16 hingga 23 Januari 2026 mencapai 2.117 orang.
Lonjakan ini mencerminkan dampak nyata dari tindakan tegas yang diambil oleh Pemerintah Kamboja terhadap penipuan daring, yang tengah menjadi perhatian internasional.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Upaya KBRI dan Proses Kepulangan
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Kamboja, Santo Darmosumarto, menyatakan bahwa KBRI berupaya aktif untuk mempercepat proses kepulangan WNI.
"KBRI tengah berkoordinasi intensif dengan otoritas Kamboja untuk mempercepat penerbitan exit permit dan memberikan keringanan hukuman keimigrasian," ujarnya.
KBRI juga melakukan pendataan dan assessment kasus serta menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi mereka yang tidak memiliki paspor, didukung oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Waspada Terhadap Penipuan dan Komunikasi dengan Keluarga
KBRI juga memberikan peringatan kepada WNI untuk tetap waspada terhadap penipuan yang mungkin mengatasnamakan kedutaan.
Santo menekankan, "Layanan KBRI tidak dipungut biaya, kecuali untuk biaya resmi SPLP sesuai peraturan yang berlaku."
KBRI mendorong WNI agar menjaga komunikasi dengan keluarga dan rekan di Tanah Air, yang diharapkan dapat memberikan dukungan moral serta membantu proses kepulangan mereka.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: