Raffi Ahmad mengalami situasi mendebarkan ketika helikopter yang ditumpanginya mengalami masalah teknis saat mengudara di Bali baru-baru ini.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota
Insiden ini disebabkan oleh cuaca buruk yang mengancam keselamatan penerbangan, sehingga helikopter harus melakukan manuver mendekati area darurat.
Detail Kejadian
Kejadian yang berlangsung di Bali ini melibatkan Raffi Ahmad dan beberapa rekan kerja, termasuk seorang pengusaha bernama Ajik.
Insiden terjadi saat mereka dalam perjalanan dinas, di mana Raffi, bersama tim, terpaksa menghadapi situasi yang sangat tidak nyaman ini.
Manajernya, Prio, turut merekam momen tersebut, menunjukkan usaha Raffi untuk menenangkan penumpang yang ketakutan, mengindikasikan tingginya tingkat risiko yang dihadapi saat itu.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Reaksi Raffi Ahmad
Dalam sebuah wawancara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Raffi mengungkapkan pandangannya mengenai situasi yang mengancam tersebut.
Ia menyatakan, 'Ya, namanya juga hidup, jadi harus banyak-banyak berdoa. Memang cuaca juga tidak lagi menyebutkan. Yang paling penting jaga kesehatan semuanya, dan banyak-banyak berdoa.'
Pernyataan ini mencerminkan sikapnya yang optimis dan kesadaran akan pentingnya spiritualitas saat menghadapi beragam tantangan.
Pandangan Mengenai Hidup dan Mati
Raffi menekankan bahwa hidup dan mati adalah urusan Tuhan, dan itu harus dihadapi dengan penuh kehati-hatian.
Ia mengungkapkan, 'Kalau saya sih orangnya ya sudahlah. Hidup mati kita kan di tangan Allah, ya. Yang penting kita banyak-banyak berdoa saja.'
Pernyataan ini menunjukkan ketenangan dan keikhlasan Raffi dalam menghadapi keadaan sulit, serta menggambarkan keyakinannya pada kekuatan doa.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: