Jumat, 23 JANUARI 2026 • 19:26 WIB

BPBD Kota Tangerang Keluarkan Peringatan Siaga 3 Melalui Bunyi Sirine di Pintu Air 10

Author

BPBD Kota Tangerang Keluarkan Peringatan Siaga 3 Melalui Bunyi Sirine di Pintu Air 10

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengonfirmasi bahwa bunyi sirine di Pintu Air 10 Sungai Cisadane merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku ketika terjadi kenaikan debit air.

Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia

Saat ini, Pintu Air 10 telah berstatus Siaga 3, dan BPBD tengah melakukan pemantauan intensif untuk menjaga keselamatan masyarakat serta mengantisipasi potensi banjir.

Pemahaman Mengenai Bunyi Sirine

Mahdiar, perwakilan BPBD Kota Tangerang, menjelaskan bahwa bunyi sirine berfungsi menandakan adanya kenaikan debit air. "Itu merupakan SOP yang menandakan adanya debit air yang naik," ujarnya.

Ia menekankan bahwa sirine diaktifkan sesuai dengan tahapan SOP untuk mengingatkan masyarakat akan potensi banjir yang mungkin terjadi.

Bunyi sirine ini, lanjutnya, bukanlah indikasi keadaan darurat yang serius, tetapi lebih kepada taktik peringatan kesiapsiagaan bagi warga sekitar.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Status Terkini Pintu Air 10 dan Langkah Antisipasi

Mahdiar juga menyatakan bahwa hingga saat ini, Pintu Air 10 telah membuka tiga pintu untuk mengatur aliran air secara efektif. Langkah ini diperlukan seiring dengan potensi kenaikan debit dari hulu sungai.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan petugas di lapangan," imbuhnya.

BPBD pun telah mengerahkan relawan dan petugas untuk melakukan pemantauan ketat serta menyiapkan evakuasi bagi warga di area yang diperkirakan rawan banjir.

Cuaca dan Potensi Resiko Banjir

Situasi cuaca yang masih menunjukan potensi hujan dengan intensitas tinggi menjadi perhatian utama BPBD. Mahdiar menekankan perlunya kesigapan dalam menghadapi kemungkinan banjir, terutama di area hilir.

Pihak BPBD mengingatkan bahwa informasi resmi adalah sumber terpercaya bagi masyarakat. Oleh karena itu, mereka diharapkan untuk tetap terinformasi dan waspada terhadap perkembangan situasi.

"Kami akan terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi masyarakat," tandas Mahdiar.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU