Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan keyakinan bahwa perekonomian Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan signifikan. Keyakinan tersebut disampaikan dalam pidato kunci di World Economic Forum Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Konteks Pertumbuhan Ekonomi Global
Dalam pidatonya, Prabowo mengakui tantangan yang dihadapi oleh ekonomi global, seperti kondisi keuangan yang ketat dan ketegangan perdagangan antarnegara. Ia menyatakan, meskipun terdapat ketidakpastian politik, Indonesia tetap optimis untuk mencapai pertumbuhan yang berbasis solid.
Mengacu pada laporan Dana Moneter Internasional (IMF), Prabowo mencatat bahwa Indonesia diapresiasi sebagai 'Global Bright Spot'. 'Meskipun dunia menghadapi kondisi keuangan yang semakin ketat, ketegangan perdagangan, dan ketidakpastian politik, Indonesia optimis akan terus tumbuh,' ujarnya.
Presiden Prabowo menekankan bahwa menjaga stabilitas sosial dan ekonomi adalah kunci untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Tanpa kondisi yang kondusif, pencapaian pertumbuhan yang diharapkan dapat menjadi tantangan tersendiri.
Indikator Ekonomi Indonesia
Prabowo menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia telah tumbuh lebih dari 5% setiap tahun selama sepuluh tahun terakhir. Ia optimis pertumbuhan ini akan berlanjut dan bahkan meningkat pada tahun 2026.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Pimpinan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi Buruh
Sebagai bagian dari analisis, Prabowo mengindikasikan bahwa inflasi terjaga dalam kisaran yang terkendali, yaitu sekitar 2%. 'Inflasi kita tetap sekitar 2% dan defisit APBN sekarang dijaga tetap rendah, yaitu 3% terhadap PDB,' kata Prabowo.
Penjagaan defisit APBN yang rendah diharapkan menciptakan ruang bagi investasi dan pengembangan infrastruktur. Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berupaya memfasilitasi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di masa depan.
Strategi ke Depan
Dalam menghadapi tantangan global, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi internasional. Prabowo menekankan pentingnya kerja sama dengan negara lain dalam meraih keberhasilan ekonomi.
Program peningkatan daya saing nasional juga menjadi fokus utama. 'Pemerintah akan terus berupaya meningkatkan daya saing domestik agar dapat beradaptasi dengan dinamika pasar global,' tambah Prabowo.
Optimisme ini diharapkan dapat mendorong kontribusi di berbagai sektor ekonomi, termasuk industri, perdagangan, dan jasa, untuk pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih signifikan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: