Kamis, 22 JANUARI 2026 • 16:47 WIB

Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Pondok Pesantren Cipasung untuk Memperkuat Teknologi di Kalangan Santri

Author

Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Pondok Pesantren Cipasung untuk Memperkuat Teknologi di Kalangan Santri

Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Cipasung di Tasikmalaya pada tanggal 20 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat literasi teknologi dan menunjukkan komitmen antara pesantren, ulama, dan pemerintah.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas

Selama agenda tersebut, Gibran mengapresiasi inisiatif santri dalam pelatihan kecerdasan buatan dan robotik, serta menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi di era modern.

Agenda Kunjungan dan Penghormatan kepada Ulama

Setelah tiba di Pondok Pesantren Cipasung, Gibran disambut dengan hangat oleh pimpinan pesantren, termasuk KH Ubed Ubaidillah dan KH Acep Adang. Kunjungan ini juga melibatkan sebuah penziarahan ke kediaman almarhum KH Koko Komarudin Ruhiyat sebagai bentuk penghormatan.

KH Deni Sagara, Khodimul Majelis Dzikir, menyatakan bahwa ini merupakan tahap penting untuk menunjukkan rasa hormat yang mendalam. Deni mengatakan, 'Mas Wapres langsung ke kediaman Abah sesepuh. Di dalam rumah, beliau diterima oleh seluruh keluarga besar Cipasung dengan penuh kehangatan dan suasana kekeluargaan.'

Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota

Penguatan Literasi Teknologi di Pesantren

Gibran kemudian berkunjung ke Gedung Pusat Media dan Teknologi Pesantren Cipasung, tempat di mana pelatihan kecerdasan buatan dan robotik dilaksanakan. Ia menilai hasil inovasi yang ditampilkan oleh para santri sangat mengesankan.

'Beliau berpesan bahwa pesantren adalah pusat ilmu dan akhlak, tetapi santri juga harus siap beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi,' ungkap Gus Deni, menambahkan bahwa hal ini sangat penting bagi masa depan santri.

Gestur Kesantunan di Balik Hujan

Pada akhir acara, saat hujan turun, Gibran menunjukkan sikap kesantunan dengan memilih untuk memegang payungnya sendiri, meski ajudan telah menyiapkan payung untuknya. Gus Deni menuturkan, 'Mas Wapres langsung memegang payungnya sendiri. Saya sempat menawarkan agar saya saja yang membawa payung, tapi beliau menolak dengan halus.'

Perilaku ini diartikan sebagai refleksi dari adab yang diperhatikan dalam pesantren, di mana kesantunan dan rasa hormat merupakan nilai-nilai yang sangat dijunjung tinggi. Gus Deni menambahkan, 'Di pesantren kami diajarkan al-adab fauqol ilmi, adab di atas ilmu. Apa yang ditunjukkan Mas Wapres itu nyata.'

Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU