Kamis, 22 JANUARI 2026 • 13:10 WIB

Korban Meninggal Akibat Insiden Asap di Tambang Bogor Mencapai 11 Orang

Author

Korban Meninggal Akibat Insiden Asap di Tambang Bogor Mencapai 11 Orang

Jumlah warga yang meninggal dunia akibat insiden kepulan asap di kawasan tambang Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, telah meningkat menjadi 11 orang.

Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik

Pernyataan ini disampaikan oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan dalam pertemuan dengan perwakilan keluarga korban di Polsek Nanggung pada tanggal 22 Januari 2026.

Rincian Korban dan Upaya Evakuasi

Kapolda Jawa Barat mengemukakan bahwa dari 11 korban, mereka berasal dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Nanggung, Kecamatan Cigudeg, dan Kecamatan Sukajaya.

Dalam kesempatan yang sama, Rudi Setiawan menyatakan, "Alhamdulillah untuk Nanggung sudah tiga orang yang kami selamatkan dan dari beberapa desa-desa lagi sudah kami selamatkan itu kurang lebih berjumlah 11 orang."

Kelima korban yang pertama kali dilaporkan meninggal diduga merupakan penambang emas ilegal yang terjebak dalam lubang galian. Kapolsek Nanggung AKP Ucup Suprianta menegaskan, "Total ada lima orang (korban meninggal dunia)."

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer

Tindakan Pascatragedi

Kapolda Rudi Setiawan menyampaikan bahwa semua korban telah dimakamkan. "Dari semuanya itu dan sudah diserahkan atau sudah kembali kepada keluarganya untuk selanjutnya dilakukan pemakaman," ujarnya.

Pihak kepolisian telah memberikan bantuan yang diperlukan untuk meringankan beban keluarga korban. Rudi juga menambahkan bahwa tindakan lebih lanjut seperti otopsi akan dilakukan jika diperlukan, "Sementara ini keluarga langsung dikebumikan. Nanti apabila dalam proses-proses lain diperlukan tindakan, itu akan kami lakukan (otopsi)."

Penyelidikan dan Dugaan Korban Lainnya

Kini, masih terdapat ketidakpastian mengenai apakah ada warga lain yang terjebak dalam lubang galian ilegal akibat kepulan asap tersebut.

Kapolda berharap masyarakat dapat membantu dengan melaporkan jika ada anggota keluarga yang hilang. "Kami membuka ruang atau informasi setiap hari dan setiap saat supaya yang warganya hilang melaporkan ke kami," ujarnya.

Beberapa pihak mengkhawatirkan kemungkinan adanya korban lain yang belum ditemukan. Pengawasan dan operasi penyelamatan saat ini masih berlangsung untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak lebih lama di lubang galian.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU