Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menginstruksikan penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi pegawai dan belajar dari rumah bagi pelajar saat Jakarta mengalami hujan lebat.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota
Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan gangguan aktivitas dan mobilitas masyarakat akibat cuaca ekstrem yang sering melanda ibu kota.
Implementasi Kebijakan WFH dan Belajar dari Rumah
Gubernur Pramono menjelaskan bahwa kebijakan WFH akan diterapkan apabila terdapat indikasi hujan lebat di hari kerja, guna menjaga keselamatan masyarakat.
Ia menyatakan, "Kalau kemudian ada indikasi seperti itu (hujan lebat) dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita (pelajar)," saat memberikan keterangan pers di Balai Kota Jakarta.
Contoh kebijakan ini diambil dari peristiwa pada 17 dan 18 Januari 2026, saat Jakarta dilanda hujan lebat, namun WFH tidak diterapkan karena bertepatan dengan libur panjang.
Harapan untuk Stabilitas Cuaca
Pramono mengharapkan agar kondisi cuaca di Jakarta segera stabil dan tidak memerlukan penerapan kebijakan WFH serta belajar dari rumah.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Ia menyampaikan, "Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, mudah-mudahan tidak, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu, kebetulan kan lagi libur panjang."
Harapan ini bertujuan agar kegiatan belajar mengajar di sekolah dan pekerjaan di kantor dapat dilakukan dengan normal, tanpa ada gangguan dari kondisi cuaca yang buruk.
Imbauan untuk Menggunakan Transportasi Umum
Gubernur juga menyerukan kepada masyarakat untuk lebih memanfaatkan transportasi umum saat hujan melanda Jakarta.
Pramono mengungkapkan bahwa penggunaan kendaraan pribadi dapat menyebabkan kemacetan yang lebih parah dalam kondisi cuaca buruk.
Ia menekankan, "Kalau dengan naik transportasi umum pasti kemacetan di Jakarta juga turun secara signifikan," menunjukkan pentingnya peralihan moda transportasi bagi warga.
Sistem transportasi umum di Jakarta, seperti LRT, MRT, Transjakarta, dan Mikrotrans, telah terintegrasi dengan baik, yang menjadikannya pilihan yang lebih efisien saat cuaca ekstrem.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: