Pesawat kepresidenan Amerika Serikat, Air Force One, mengalami insiden teknis yang memaksanya kembali ke pangkalan udara pada malam hari, 20 Januari 2026.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Dalam perjalanan menuju World Economic Forum di Davos, Swiss, pesawat tersebut mengalami masalah pada sistem kelistrikan yang menyebabkan lampu kabin padam.
Insiden Kembali ke Pangkalan Udara
Insiden ini terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas dari Pangkalan Gabungan Andrews menuju Davos. Lampu kabin pesawat yang padam memicu kekhawatiran di antara kru dan penumpang.
Meskipun situasi ini cukup menegangkan, semua prosedur darurat diikuti dengan benar, dan pesawat berhasil kembali mendarat tanpa adanya insiden lebih lanjut.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN
Melanjutkan Perjalanan ke Davos
Setelah lebih dari dua jam perbaikan, tim teknis berhasil menyiapkan pesawat pengganti untuk melanjutkan perjalanan presiden. Pesawat baru tersebut lepas landas sekitar 2,5 jam setelah insiden, menunjukkan kecepatan respon yang efektif dari tim kepresidenan.
Presiden Trump berhasil mencapai Davos pada waktu yang cukup untuk menghadiri suatu sesi di forum tersebut, meskipun harus menghadapi keterlambatan.
Keanggunan Air Force One dan Tantangan Baru
Air Force One, pesawat yang digunakan saat ini, adalah simbol kepresidenan AS dengan desain ikonik biru dan putih. Pesawat tipe Boeing 747-200B ini telah beroperasi sejak era pemerintahan George HW Bush.
Presiden Trump pernah menyampaikan ketidakpuasan terhadap model pesawat yang sekarang digunakan, menunjukkan keinginan untuk memperbarui armada kepresidenan. Keterlambatan dalam pengiriman pesawat baru menimbulkan tawaran untuk menggunakan pesawat dari Qatar, menimbulkan pertanyaan mengenai isu etis dan keamanan dalam konteks penerbangan presiden.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Pimpinan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi Buruh
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: