Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M Syafi'i, mengungkapkan hasil investigasi mengenai rekaman langkah kaki ko-pilot pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan. Data tersebut ternyata berasal dari aktivitas yang terjadi beberapa bulan lalu, bukan dari waktu setelah pesawat jatuh di Maros, Sulawesi Selatan.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Syafi'i menyatakan bahwa informasi pergerakan langkah kaki tersebut diperoleh melalui kerja sama dengan Polda Sulawesi Selatan. Keterangan ini telah disampaikan kepada keluarga Farhan untuk memastikan proses penyelamatan dapat dilanjutkan dengan pemahaman yang jelas.
Investigasi Data Langkah Kaki
Marsekal Madya TNI M Syafi'i memberikan penjelasan di Gedung DPR, Jakarta, mengenai hasil investigasi terhadap langkah kaki Farhan yang terekam di smartwatch. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa aktivitas tersebut terjadi saat Farhan berada di Yogyakarta, bukan pada saat pesawat ATR jatuh.
Syafi'i menekankan bahwa investigasi ini dilakukan dengan kerja sama penuh dari Polda Sulawesi Selatan. Tim Basarnas dan polisi telah mengonfirmasi dan menyampaikan informasi tersebut kepada keluarga agar mereka mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai situasi yang ada.
Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Respon Keluarga dan Permintaan Perluasan Pencarian
Keluarga almarhum Farhan, yang kini diwakili oleh kakak pacarnya, Pitri Keandedes Hasibuan, memberikan keterangan mengenai langkah kaki yang terpantau. Pitri mengungkapkan bahwa rekaman dari ponsel Farhan menunjukkan peningkatan aktivitas langkah kaki meskipun pencarian sudah memasuki hari ketiga.
Informasi ini mendorong keluarga untuk meminta operasi pencarian diperluas dengan melibatkan lebih banyak tim SAR. ''Intinya pergerakan langkah kakinya itu makin lama makin bertambah dan ini hari ketiganya di hutan,'' ujar Pitri.
Dukungan Operasional Basarnas dalam Pencarian
Pihak Basarnas telah mengerahkan sejumlah pesawat, termasuk pesawat Boeing dan helikopter, untuk mendukung proses pencarian. M Syafi'i menyatakan harapannya agar cuaca mendukung pelaksanaan operasi.
Syafi'i juga meminta kepada masyarakat untuk mendoakan agar 'semua proses berjalan dengan lancar.' Terlihat bahwa komitmen Basarnas dalam mencari Farhan sangat tinggi, dengan upaya untuk memastikan bahwa operasi penyelamatan berjalan dengan optimal.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: