Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, memaparkan insiden jatuhnya Pesawat ATR 42-500 dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, yang hilang kontak diduga akibat kendala teknis.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana
Kementerian Perhubungan juga memberikan rincian terkait kronologi lengkap kejadian tersebut serta langkah-langkah pencarian yang telah dilakukan oleh pihak berwenang.
Sangsi dan Kehilangan Kontak
Dalam rapat kerja yang diadakan, Lasarus menyampaikan bahwa informasi awal menunjukkan pesawat tidak mengikuti jalur penerbangan yang seharusnya. "Memang kalau kita melihat ya dari sisi teknis, tentu bukan kewenangan kami untuk menyampaikan ya, kenapa pesawat ini berbelok ke arah situ yang sebetulnya bukan jalurnya itu," ungkapnya di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Laporan menunjukkan bahwa pesawat mengalami masalah pada mesin sebelum kejadian. Lasarus menambahkan bahwa investigasi resmi akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memperoleh hasil yang akurat mengenai penyebab kecelakaan.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Detail Kronologi Kecelakaan
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula pada Sabtu, 17 Januari 2026, ketika pesawat lepas landas dari Yogyakarta. Pesawat yang di-carter oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan ini mengangkut 10 orang, terdiri dari 7 awak dan 3 penumpang, saat berencana mendarat di Makassar.
Dalam proses pendekatan, Air Traffic Control (ATC) mendeteksi bahwa pesawat tidak berada pada jalur pendekatan yang benar. "Kemudian komunikasi antara ATC dan pesawat terputus atau lost contact dan ATC segera mendeklarasikan fase darurat atau distress phase sesuai prosedur," terang Dudy.
Operasi Pencarian dan Penemuan Korban
Operasi pencarian dimulai pada Minggu, 18 Januari 2026, dengan penggerahan drone oleh TNI Angkatan Udara di lokasi yang diperkirakan sebagai tempat kecelakaan. Tim SAR gabungan berhasil menemukan serpihan pesawat dan satu jenazah pada hari yang sama, sekitar pukul 11.59 WITA.
Menteri Perhubungan menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang buruk menjadi tantangan besar bagi tim penyelamat. "Dari pagi hingga sore itu cuacanya hujan dan itu sangat menyulitkan bagi tim penyelamat atau tim rescuer untuk melaksanakan pekerjaannya," jelas Dudy.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: