Selasa, 20 JANUARI 2026 • 14:35 WIB

Tingkatkan Kesadaran Terhadap Penipuan Siber di LinkedIn Melalui Komentar Palsu

Author

Tingkatkan Kesadaran Terhadap Penipuan Siber di LinkedIn Melalui Komentar Palsu

Pengguna LinkedIn saat ini menghadapi ancaman penipuan siber yang berpotensi merugikan. Komentar palsu yang tampak resmi dapat mengarahkan korban ke tautan berbahaya yang mengancam keamanan data pribadi.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Akibat dari penipuan ini, banyak pengguna yang merasa terganggu dan berpotensi kehilangan informasi sensitif. Penting bagi pengguna untuk memahami mekanisme dan risiko di balik tindakan penipuan ini.

Mekanisme Penipuan Melalui Komentar

Beberapa pekan terakhir, terdapat lonjakan aktivitas dari akun-akun yang mengomentari unggahan di LinkedIn dengan pesan yang menipu. Komentar-komentar tersebut mengklaim bahwa pengguna telah melakukan aktivitas yang tidak sesuai, dan bahwa akun mereka telah 'dibatasi sementara'.

Tujuan utama dari pesan ini adalah untuk menakut-nakuti pengguna agar mengklik tautan yang disertakan. Tautan ini seringkali menggunakan pemendek URL resmi LinkedIn, lnkd.in, sehingga sulit untuk membedakannya dari tautan yang sah.

Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia

Risiko Tautan Phishing

Dikenal adanya tautan phishing yang mengandung domain mencurigakan seperti alfanumerik '.app'. Beberapa komentar juga menyembunyikan tautan asli menggunakan pemendek URL, mempersulit deteksi tanpa mengkliknya.

Jika pengguna mengklik tautan tersebut, mereka seringkali diarahkan untuk melakukan verifikasi identitas atau akun. Hal ini menimbulkan risiko bagi pengguna dalam memberikan informasi sensitif kepada pihak yang tidak berwenang.

Tanggapan LinkedIn terhadap Ancaman ini

LinkedIn telah mengonfirmasi bahwa mereka menyadari adanya kampanye penipuan siber ini. Juru bicara LinkedIn menegaskan, 'Saya dapat memastikan bahwa kami menyadari aktivitas ini dan tim kami sedang bekerja untuk mengambil tindakan.'

Lebih lanjut, mereka menekankan bahwa LinkedIn tidak akan mengirimkan komunikasi tentang pelanggaran kebijakan melalui komentar publik. Pengguna dihimbau untuk melaporkan perilaku mencurigakan guna membantu LinkedIn mengatasi masalah ini.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU