Selasa, 20 JANUARI 2026 • 14:21 WIB

Evaluasi Potensi Thomas Djiwandono sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia

Author

Evaluasi Potensi Thomas Djiwandono sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia

Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memandang Thomas Djiwandono sebagai kandidat yang layak untuk posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan

Pandangan ini muncul seiring dengan meningkatnya kekhawatiran publik mengenai independensi lembaga tersebut.

Profil dan Kualifikasi Thomas Djiwandono

Ibrahim Assuaibi menilai bahwa Thomas Djiwandono, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, memiliki kapasitas profesional yang mumpuni dalam mengelola kondisi keuangan negara.

Dengan latar belakang yang kuat dalam bidang ekonomi, Thomas diharapkan dapat memimpin kebijakan moneter yang lebih efektif.

Ibrahim menyatakan, "Thomas Djiwandono ini adalah seorang yang mempunyai figur milenial yang cukup bagus dalam masalah keuangan, sehingga wajar kalau seandainya Thomas Djiwandono itu mencalonkan diri sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia."

Penting untuk mencermati profesionalisme Thomas ketimbang kecenderungan politik yang mungkin ada.

Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Kekhawatiran Terhadap Independensi Bank Indonesia

Isu independensi Bank Indonesia menjadi sorotan dalam diskusi ini, di mana Ibrahim Assuaibi menekankan bahwa posisi yang diincar harus berlandaskan profesionalisme, bukan kalkulasi politik.

Ia menekankan, "Ini adalah jabatan independen untuk bergabung menjadi Deputi. Kenapa Thomas Djiwandono dimasukkan di Deputi Gubernur Bank Indonesia? Adalah untuk memperkuat, memperkuat fondasi moneter di Bank Indonesia."

Kehadiran seorang milenial yang berpengalaman di Dewan Gubernur diharapkan dapat memperkokoh institusi dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks.

Pernyataan Menteri Keuangan Mengenai Independensi BI

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga independensi Bank Indonesia dari pengaruh politik.

Ia menyatakan, "Kalau itu dilakukan, barulah tampak bahwa BI tidak independen. Tapi, ini bukanlah kasusnya."

Purbaya berharap diskusi ini dapat meredakan kecemasan para pelaku pasar mengenai potensi politisasi di dalam Bank Indonesia.

Melalui proses rotasi dan pengayaan perspektif, diharapkan kebijakan moneter dan pengelolaan keuangan negara dapat ditingkatkan.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU