Selasa, 20 JANUARI 2026 • 14:15 WIB

Kim Jong Un Memecat Wakil Perdana Menteri Dalam Pidato Terbuka

Author

Kim Jong Un Memecat Wakil Perdana Menteri Dalam Pidato Terbuka

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, secara resmi memberhentikan Wakil Perdana Menteri Yang Sung Ho dalam sebuah pidato pada Selasa (20/1). Pemecatan ini mengindikasikan ketidakpuasan Kim terhadap kinerja pemerintah dan kebutuhan untuk reformasi yang mendesak.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas

Menurut Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA), tindakan ini mencerminkan upaya Kim untuk menegakkan disiplin di antara pejabat pemerintah, sekaligus memberikan peringatan bahwa performa yang buruk tidak akan ditoleransi.

Kritik Terhadap Pejabat dan Penegasan Tanggung Jawab

Dalam pidatonya, Kim Jong Un mengecam sejumlah pejabat yang dianggapnya 'tidak bertanggung jawab, tidak sopan, dan tidak kompeten'. Ia secara tegas meminta Yang Sung Ho untuk mengundurkan diri sebelum terlambat, dengan pernyataan, 'Tolong, Kamerad Wakil Perdana Menteri, mengundurkan diri atas kemauan sendiri selagi masih bisa, sebelum semuanya terlambat'.

Kritikan Kim ini dilanjutkan dengan analogi yang menyatakan bahwa menunjuk Yang sebagai wakil itu sama dengan 'memasang gerobak pada seekor kambing', menunjukkan bahwa Yang tidak layak untuk dipercayai menjalankan tugas-tugas berat. Hal ini mencerminkan ketidaksenangan Kim terhadap pemilihan kader dalam pemerintah.

Kim menegaskan, 'Singkatnya, yang menarik gerobak adalah sapi, bukan kambing', mengilustrasikan pandangannya mengenai pentingnya pemilihan pimpinan yang tepat dalam pemerintahan.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan

Konteks Pemecatan dan Dampak terhadap Stabilitas Pembangunan

Pemecatan terbuka seperti yang dilakukan Kim Jong Un merupakan hal yang jarang terjadi, meskipun ia telah sering menegur pejabat yang kurang kompeten. Tindakan ini menunjukkan ketegangan yang meningkat dalam struktur pemerintahan Korea Utara, yang kemungkinan bisa berdampak pada stabilitas politik.

Para pengamat, seperti Yang Moo Jin dari University of North Korean Studies, menilai bahwa Langkah ini mungkin ada hubungannya dengan persiapan menuju kongres partai yang berkuasa. Kongres ini diharapkan akan menjadi forum untuk membahas kebijakan ekonomi dan pertahanan sebagai prioritas utama.

Dari segi historis, pemecatan Yang Sung Ho mengingatkan kembali pada tragedi pamannya, Jang Song Thaek, yang dieksekusi oleh Kim pada tahun 2013. Langkah ini menunjukkan tindakan tegas Kim dalam menegakkan disiplin di kalangan pejabat pemerintah.

Potensi Perubahan Ekonomi dan Strategi Masa Depan

Kim Jong Un menggarisbawahi perlunya reformasi ekonomi dengan tujuan mengatasi 'keterbelakangan ekonomi yang telah berlangsung selama berabad-abad'. Ia mengekspresikan harapan agar masyarakat dapat membangun ekonomi modern yang mampu menjamin masa depan negara.

Baru-baru ini, ia juga meresmikan kompleks mesin industri yang dipandang sebagai investasi penting bagi pertumbuhan ekonomi. Menurut laporan, kompleks ini sangat strategis dengan kontribusi sekitar 16 persen dari total produksi mesin di Korea Utara.

Kim Jong Un berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas industri negara demi mencapai kemajuan. Serangkaian langkah tegas ini mencerminkan keseriusannya untuk mengambil tindakan dalam mengatasi situasi ekonomi yang memburuk.

Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU