Senin, 19 JANUARI 2026 • 20:15 WIB

Sabrina Gonzales Pasterski: Ilmuwan Muda yang Mendapat Pengakuan Dunia atas Penelitian Inovatif

Author

Sabrina Gonzales Pasterski: Ilmuwan Muda yang Mendapat Pengakuan Dunia atas Penelitian Inovatif

Sabrina Gonzales Pasterski, seorang ilmuwan berusia 32 tahun, telah meraih pengakuan internasional berkat risetnya yang diacu oleh fisikawan ternama Stephen Hawking.

Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia

Dikenal sebagai 'Next Einstein', prestasi akademik Sabrina mencakup lulusan terbaik di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan inovasi penelitian di Harvard.

Latar Belakang dan Pendidikan

Sabrina Gonzales Pasterski lahir dengan bakat yang luar biasa dalam bidang sains. Ketika berusia 12 tahun, ia berhasil menciptakan pesawat kecil, yang menandakan kemampuan teknisnya yang sangat berkembang sejak usia dini.

Ia melanjutkan pendidikan di Massachusetts Institute of Technology (MIT), di mana ia menonjol sebagai lulusan terbaik di bidang fisika. Setelah menyelesaikan studinya di MIT, Sabrina melanjutkan pendidikan ke Harvard, bersama rekan-rekannya menemukan teori yang dikenal sebagai Spin Memory Effect.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus

Prestasi Penelitian dan Pengakuan

Hasil penelitian Sabrina telah dipublikasikan di jurnal ilmiah terkemuka, menarik perhatian Stephen Hawking yang mengutip karyanya. Hal ini menunjukkan kualitas ilmiah dan orisinalitas dari penelitian yang telah ia lakukan.

Setelah mendapatkan tawaran dari Brown University senilai USD 1,1 juta (sekitar Rp 18,6 miliar), Sabrina memutuskan untuk menolak dan lebih memilih bergabung dengan The Perimeter Institute for Theoretical Physics, di mana ia aktif sejak tahun 2021.

Inisiatif dan Penyebaran Pengetahuan

Di The Perimeter Institute, Sabrina memimpin inisiatif yang bernama Celestian Holography Initiative, yang berfokus pada studi ruang waktu melalui pendekatan teori kuantum. Tim ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep-konsep fundamental di dalam fisika.

Selain kegiatan risetnya, Sabrina juga berperan aktif dalam memperluas pengetahuan melalui platform media sosial, termasuk mendirikan saluran YouTube bernama PhysicsGirl. Dalam saluran tersebut, ia berbagi wawasan dan penelitian fisika dengan cara yang mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU