Sejumlah warga di berbagai daerah Indonesia mengeluhkan suhu udara yang terasa lebih dingin dari biasanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan penjelasan resmi mengenai penurunan suhu rata-rata yang signifikan.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyatakan bahwa rata-rata suhu minggu ini tercatat 25,8 derajat Celsius, lebih rendah dibandingkan dengan minggu sebelumnya yang mencapai 28,1 derajat Celsius.
Data Suhu Udara yang Menunjukkan Penurunan Signifikan
Pengamatan dari Kantor BMKG Pusat menunjukkan bahwa suhu rata-rata udara minggu ini mengalami penurunan yang nyata. Di Tangerang, Stasiun Klimatologi Banten melaporkan penurunan suhu dari 28,0 derajat Celsius menjadi 25,1 derajat Celsius.
Fenomena penurunan suhu ini tidak terbatas pada satu lokasi, melainkan terjadi di hampir seluruh stasiun BMKG yang berada di Pulau Jawa serta wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Hal ini menandakan bahwa penurunan suhu berlangsung secara luas dan konsisten.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Faktor Penyebab Suhu Dingin: ITCZ dan Kondisi Cuaca
BMKG mengidentifikasi Intertropical Convergence Zone (ITCZ) sebagai faktor utama yang menyebabkan penurunan suhu udara. Saat massa udara bertemu di bagian selatan Indonesia, fenomena ini berkontribusi pada peningkatan curah hujan di beberapa daerah.
Ardhasena menyebutkan bahwa ITCZ berperan penting dalam mempercepat intensitas hujan, yang biasa terjadi antara bulan Desember hingga Februari, menyebabkan hujan deras berkepanjangan dan penghalangan radiasi matahari oleh awan.
Dampak Curah Hujan Terhadap Suhu Rata-rata
BMKG mencatat bahwa hujan yang berkesinambungan mengurangi radiasi matahari, sehingga pemanasan permukaan menjadi minimal. Proses downdraft juga berkontribusi, di mana udara dingin dari atmosfer turun ke permukaan saat hujan berlangsung.
Ardhasena menekankan bahwa tidak semua daerah di Indonesia merasakan penurunan suhu yang sama. Namun, wilayah selatan, termasuk Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara Barat dan Timur, mengalami dampak signifikan dengan suhu yang lebih rendah dan curah hujan tinggi.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: