Tim SAR telah mengkonfirmasi penemuan satu korban lagi dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Korban yang ditemukan berjenis kelamin perempuan dalam kondisi meninggal, dan identitasnya akan ditentukan melalui DVI.
Detail Penemuan Korban
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa korban ditemukan sekitar pukul 14.00 Wita. Identitas korban kedua belum dapat dipastikan, meski diketahui berjenis kelamin perempuan.
Syafii menjelaskan, "Nanti mungkin (identitas korban) persisnya dari DVI, tapi dari informasi awal bahwa korban pertama yang kita temukan berjenis kelamin laki-laki dan kedua informasi yang kita dapatkan berjenis kelamin perempuan."
Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Korban kedua tersebut ditemukan di lokasi yang sangat terjal, yaitu kedalaman 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.
Kronologi Kejadian
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport hilang kontak saat dalam perjalanan menuju Bandara Hasanuddin pada hari Sabtu, 17 Januari 2026. Saat itu, pesawat membawa 10 orang yang terdiri atas 7 kru dan 3 penumpang.
Ketiga penumpang diketahui merupakan pegawai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Upaya pencarian oleh tim SAR terus dilakukan setelah pesawat dinyatakan hilang.
Lanjutan Proses Evakuasi
Tim SAR sebelumnya berhasil menemukan satu jenazah pada hari Minggu, 18 Januari 2026. Proses evakuasi terhadap kedua korban masih berlangsung dan akan dilakukan secepat mungkin.
Kondisi medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencarian. Mereka berupaya keras untuk memastikan semua korban dapat diangkat dari lokasi kejadian.
Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: