Pemerintah Indonesia baru-baru ini mengadopsi pembaruan standardisasi ejaan nama beberapa negara, termasuk mengubah Thailand menjadi Tailan. Langkah ini bertujuan untuk menghasilkan ejaan yang lebih konsisten dengan kaidah bahasa Indonesia.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Dokumen resmi mengenai perubahan ini disampaikan pada sidang United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) yang diadakan di New York, AS, pada 28 April hingga 2 Mei 2025.
Latar Belakang Perubahan Ejaan
Inisiatif untuk menstandardisasi ejaan nama negara asing dalam bahasa Indonesia sudah diajukan sejak tahun 2019. Delegasi Indonesia dalam forum UNGEGN telah mengumpulkan daftar nama ibu kota dan negara secara komprehensif.
Pada tahun 2024, upaya ini dilanjutkan dengan memperbarui ejaan nama negara berdasarkan sistem ortografi dan fonologi yang lebih akurat. Tujuan dari proses ini adalah untuk menjaga agar penulisan sesuai dengan pelafalan bahasa Indonesia sambil tetap merujuk kepada daftar resmi negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari tanggung jawab Badan Informasi Geospasial. Dalam usaha ini, Badan bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan perguruan tinggi.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Daftar Perubahan Nama Negara
Berdasarkan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh UNGEGN, terdapat 194 nama negara yang telah diubah sesuai dengan standar baru. Perubahan ini mencakup nama-nama seperti Paraguay menjadi Paraguai dan Afghanistan menjadi Afganistan.
Nama-nama negara tersebut akan segera ditambahkan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pada edisi yang akan datang. Pembaruan ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memahami ejaan nama negara internasional.
Langkah ini menandai sebuah pencapaian penting bagi bahasa Indonesia dalam penyesuaian penggunaan terminologi asing agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat secara luas.
Implikasi Perubahan Ejaan
Perubahan ejaan ini mencerminkan upaya untuk meningkatkan pemahaman linguistik di kalangan masyarakat. Hafidz menekankan bahwa penyesuaian ini diharapkan dapat mengurangi kebingungan yang sering muncul akibat perbedaan ejaan nama negara.
Lebih jauh, pembaruan ini juga merupakan upaya untuk menjaga keutuhan dan kelestarian bahasa Indonesia. Dengan menyelaraskan ejaan dan pelafalan, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenali nama-nama negara internasional dengan cara yang lebih akurat.
Mengadopsi standardisasi ejaan baru ini memperkuat komitmen Indonesia dalam mempromosikan bahasa resmi di tingkat global dan menjaga kekayaan bahasa serta budaya lokal.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: