Kayu manis dikenal sebagai rempah yang multifungsi, baik dalam kuliner maupun kesehatan. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kayu manis dapat berkontribusi dalam mengontrol kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi
Seiring dengan meningkatnya jumlah pengidap diabetes di Indonesia, pencarian solusi alami untuk mengatur kadar gula semakin mendesak. Kayu manis muncul sebagai alternatif yang sederhana dan efektif.
Definisi dan Jenis Kayu Manis
Kayu manis merupakan rempah yang berasal dari kulit pohon Cinnamomum, dengan dua jenis utama yaitu Cassia dan Ceylon. Masing-masing memiliki karakteristik unik dalam hal rasa dan aroma, dan keduanya sering digunakan dalam masakan tradisional di Indonesia.
Di Indonesia, kayu manis tak hanya dikenal di dapur, tetapi juga memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional. Sifat antioksidan dan anti-inflamasi dari kayu manis menjadikannya sebagai bahan potensial dalam menjaga kesehatan.
Dampak Kayu Manis terhadap Kadar Gula Darah
Kayu manis dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin, yaitu hormon yang penting dalam pengaturan kadar gula darah. Dengan peningkatan ini, sel-sel tubuh dapat menyerap glukosa lebih efisien, sehingga kadar gula darah dapat terkontrol.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Nutrition menemukan bahwa konsumsi kayu manis dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa. Para partisipan yang mengonsumsi ekstrak kayu manis menunjukkan penurunan kadar gula darah yang signifikan setelah beberapa minggu.
Namun, perlu diperhatikan bahwa respons terhadap kayu manis dapat bervariasi antara individu. Beberapa orang mungkin mendapatkan manfaat yang lebih besar tentunya berdasarkan kesehatan dan pola hidup mereka.
Cara Optimal Mengonsumsi Kayu Manis
Ada beberapa cara untuk memasukkan kayu manis ke dalam pola makan sehari-hari. Salah satunya dengan menaburkannya pada oatmeal atau smoothie, atau menjadikannya teh dengan merebus batang kayu manis dalam air panas.
Meskipun kayu manis aman untuk dikonsumsi, penting untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Batas aman umumnya adalah 1-2 sendok teh per hari, terutama untuk jenis Cassia yang mengandung kumarin, suatu senyawa yang berpotensi berbahaya dalam jumlah yang tinggi.
Kayu manis juga bisa digunakan sebagai pengganti gula dalam resep. Menggunakan kayu manis sebagai bumbu dapat membantu mengurangi asupan gula sambil tetap menikmati rasa manis dalam masakan.
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: