Minggu, 18 JANUARI 2026 • 20:25 WIB

Inisiatif Penerapan Sistem Rem ABS untuk Meningkatkan Keselamatan Berkendara di Indonesia

Author

Inisiatif Penerapan Sistem Rem ABS untuk Meningkatkan Keselamatan Berkendara di Indonesia

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan mendukung penerapan teknologi Anti-lock Braking System (ABS) pada semua jenis sepeda motor yang beroperasi di Indonesia.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan di jalan raya.

Peran Teknologi ABS dalam Keselamatan Berkendara

Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Yusuf Nugroho, mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi memungkinkan implementasi fitur keselamatan canggih, seperti rem ABS.

Ia menambahkan, 'Banyak fitur keselamatan kini dapat diimplementasikan di Indonesia, mulai dari rem ABS hingga sistem stability control yang secara otomatis membantu kendaraan bermanuver lebih aman.'

Penerapan sistem ABS dirancang untuk menjaga agar roda tidak terkunci saat pengereman mendadak, sehingga pengendara dapat mempertahankan kendali dan meningkatkan stabilitas kendaraan.

Dengan demikian, penggunaan teknologi ini diharapkan dapat mendukung pengendara dalam melakukan manuver dengan lebih aman di berbagai kondisi jalan.

Analisis Kecelakaan dan Pentingnya Penerapan ABS

Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat bahwa penjualan sepeda motor meningkat 2,1 persen pada November 2025, namun sistem keselamatan kendaraan belum seimbang dengan pertumbuhan tersebut.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari

Korlantas Polri melaporkan bahwa sekitar 44 persen kecelakaan sepeda motor pada tahun 2024 disebabkan oleh kegagalan sistem pengereman.

Studi dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia menunjukkan bahwa penerapan ABS dapat mengurangi kecelakaan sepeda motor hingga 24 persen, dengan target penurunan fatalitas hingga 50 persen pada tahun 2030.

Jean Todt, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keselamatan di Jalan Raya, menyatakan bahwa 80 persen kecelakaan fatal di Indonesia melibatkan sepeda motor dan dua pertiga korban tidak memiliki lisensi.

Kerjasama Antar Sektor untuk Meningkatkan Keselamatan Jalan

Rio Octaviano, Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA) Indonesia, menegaskan pentingnya agenda lintas sektor yang terintegrasi dalam kebijakan keselamatan jalan.

Ia menekankan bahwa kolaborasi antara peningkatan perilaku pengguna jalan dan penguatan standar kendaraan sangat penting untuk menciptakan kerangka yang seimbang.

Rajni Gandhi, pemerhati dari lembaga nonpemerintah Road Safety India, menggarisbawahi perlunya perencanaan yang matang untuk penerapan ABS pada seluruh sepeda motor.

Rencana penerapan wajib rem ABS di India akan dimulai pada Januari 2026, tanpa mempertimbangkan kapasitas mesin, sebagai langkah maju dalam keselamatan berkendara.

Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU