Otoritas Iran sedang meninjau kemungkinan untuk membuka kembali akses internet setelah menerapkan pemblokiran besar-besaran akibat kerusuhan yang terjadi baru-baru ini.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Meskipun demikian, banyak penyedia layanan internet masih terputus, menyulitkan warga untuk berkomunikasi secara efektif.
Kondisi Terkini Akses Internet di Iran
Berdasarkan laporan dari kantor berita AFP pada 18 Januari, beberapa pengguna di Teheran melaporkan dapat terhubung kembali ke internet, meskipun masalah konektivitas masih dihadapi oleh banyak penyedia.
Sejak hari Selasa, layanan panggilan internasional sudah mulai tersedia, dan pengiriman pesan teks telah pulih sepenuhnya pada hari Sabtu sebelumnya.
Kantor berita Tasnim juga melaporkan bahwa akses internet akan dipulihkan secara bertahap, walaupun rincian lebih lanjut belum dipublikasikan.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Latar Belakang Kerusuhan dan Pemblokiran
Langkah pemadaman komunikasi yang diambil oleh pemerintah Iran merupakan tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, bertepatan dengan meningkatnya panggilan untuk demonstrasi anti-pemerintah.
Selama periode ini, layanan komunikasi, termasuk pesan teks dan panggilan telepon, baik internasional maupun lokal, terputus secara signifikan.
Sebagai akibatnya, pemerintah Iran mengalihkan fokus pada intranet domestik yang membatasi akses ke situs web dan aplikasi lokal, termasuk layanan transportasi dan perbankan.
Korban Jiwa dan Reaksi Pemerintah
Meskipun tidak ada angka pasti yang dirilis, pejabat Iran mengakui adanya korban jiwa dalam protes ini, dengan laporan dari Iran Human Rights (IHR) menyebutkan hingga 3.428 orang tewas akibat tindakan pasukan keamanan.
Beberapa perkiraan lainnya menunjukkan bahwa jumlah korban jiwa bisa melebihi 5.000, bahkan ada laporan yang menyebutkan angka mencapai 20.000, meskipun lembaga peradilan Iran membantah klaim tersebut.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan bahwa 'beberapa ribu' orang tewas sebagai akibat provokasi dari 'agen' asing yang dituduhnya menghasut kerusuhan.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Pimpinan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi Buruh
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: