Hujan deras yang melanda DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu malam menimbulkan banjir di berbagai titik. Genangan air mencapai ketinggian 25 hingga 60 sentimeter di permukiman warga pada Minggu dini hari.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Dengan situasi ini, kewaspadaan akan kemungkinan banjir susulan meningkat, terutama di kawasan Kabupaten Bekasi. Luapan air mulai melanda daerah seperti Babelan dan Kebalen sejak pukul 03.00 WIB.
Data Genangan di DKI Jakarta
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa enam Rukun Tetangga (RT) terendam banjir hingga pukul 06.00 WIB. Genangan ini terdapat di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur.
Di Jakarta Barat, tiga RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke mengalami terendam air setinggi 60 sentimeter, yaitu RT 001, RT 002, dan RT 003 pada RW 005. Sementara itu, satu RT di Jakarta Utara, tepatnya di Kelurahan Ancol, terpantau tergenang dengan ketinggian 25 sentimeter.
Tidak hanya itu, Jakarta Timur juga terdampak, dengan dua RT di Kelurahan Rawa Terate, RT 009 dan RT 010 di RW 005, terendam dengan ketinggian rata-rata 40 sentimeter.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Peringatan Banjir Susulan dan Cuaca
Pengamatan radar cuaca menunjukkan bahwa potensi awan hujan masih terpantau di sekitar Jakarta dan Bekasi hingga siang hari. Warga dihimbau untuk tetap waspada jika intensitas hujan tinggi berlanjut dalam 12 jam ke depan.
Dalam laporan cuaca, pergerakan massa udara yang membawa uap air ke wilayah hilir meningkatkan risiko terjadinya banjir susulan. Hal ini menjadi perhatian utama bagi warga yang tinggal di bantaran kali atau area cekungan.
BPBD mengingatkan pentingnya perhatian masyarakat terhadap ancaman yang dapat muncul sewaktu-waktu, khususnya terkait risiko genangan air yang kembali meningkat.
Panduan Siaga Banjir bagi Warga
Bagi warga, terutama penghuni kos dan pemilik usaha lokal, beberapa langkah siaga disarankan dalam menghadapi potensi banjir. Memindahkan barang elektronik serta dokumen berharga ke tempat yang lebih tinggi atau lantai dua adalah langkah preventif yang penting.
Selain itu, mematikan aliran listrik melalui MCB utama untuk mencegah korsleting jika air mulai memasuki bangunan juga dianjurkan. Mendokumentasikan kondisi genangan dan kerusakan sangat penting untuk laporan klaim asuransi.
Masyarakat diminta untuk memantau informasi tinggi muka air melalui kanal resmi BPBD atau aplikasi peringatan dini banjir. Menyiapkan tas darurat berisi kebutuhan dasar adalah langkah penting bagi mereka yang tinggal di zona berisiko tinggi.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: