Sabtu, 17 JANUARI 2026 • 21:30 WIB

Kementerian Perhubungan Konfirmasi Data Kru dan Penumpang Pesawat Hilang Kontak di Maros

Author

Kementerian Perhubungan Konfirmasi Data Kru dan Penumpang Pesawat Hilang Kontak di Maros

Kementerian Perhubungan telah mengonfirmasi bahwa pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengangkut sepuluh orang di dalamnya.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Informasi ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, berdasarkan data dari operator Indonesia Air Transport.

Rincian Kru dan Penumpang Pesawat

Pesawat ATR 42-500 yang dimaksud hilang kontak saat terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada pagi hari.

Di dalam manifest pesawat terdaftar sebelas orang; namun, Captain Sukardi tidak ikut dalam penerbangan, sehingga total person on board adalah sepuluh orang.

Lukman F. Laisa mengungkapkan, 'Confirm Capt. Sukardi tidak on board, sehingga POB hanya 10 orang.’ Daftar nama yang berada di dalam pesawat adalah sebagai berikut: Capt. Andy Dahananto, Yudha Mahardika, Hariadi, Franky D Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita, Esther Aprilita S, serta tiga penumpang Deden, Ferry, dan Yoga.

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Kronologi Kejadian Hilang Kontak

Pesawat tersebut terbang pada pukul 04.23 UTC atau setara dengan 11.23 WIB. Saat mendekati Bandara Hasanuddin, pesawat dilaporkan berada di luar jalur yang seharusnya.

Air Traffic Control (ATC) menginstruksikan agar pesawat mengoreksi posisinya. Namun, komunikasi dengan awak pesawat terputus ketika instruksi terakhir diberikan.

Lukman menambahkan, 'Air Traffic Control langsung mendeklarasikan fase darurat DETRESFA atau Distress Phase sesuai ketentuan,' yang memicu pencarian intensif di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-Leang, Kabupaten Maros.

Upaya Pencarian dan Tantangan

Operasi pencarian di wilayah geografis yang sulit seperti pegunungan kapur Bantimurung menghadapi berbagai tantangan. Tim pencari dilengkapi dengan peralatan canggih untuk menavigasi medan yang tidak bersahabat.

Meskipun hingga saat ini belum ditemukan hasil signifikan, pihak berwenang dan tim penyelamat terus berupaya melakukan pencarian. Harapan agar pesawat dapat ditemukan tetap ada, mengingat pentingnya informasi dalam keadaan darurat ini.

Masyarakat juga menunjukkan perhatian besar terhadap perkembangan situasi ini, dengan banyak pihak yang menunggu kabar terkini mengenai pencarian pesawat yang hilang.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU