Industri kecerdasan buatan (AI) sedang menghadapi krisis ketahanan finansial, termasuk OpenAI, pencipta ChatGPT, yang diperkirakan berpotensi mengalami kebangkrutan dalam waktu 18 bulan ke depan.
Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Sebastian Mallaby, peneliti senior di Council on Foreign Relations, mengungkapkan bahwa kemampuan OpenAI untuk bersaing dalam industri ini diperlihatkan dengan jelas oleh kekurangan dana dan ketatnya persaingan pasar.
Pembangunan Modal yang Tremendos di Sektor AI
Industri AI saat ini mengeluarkan puluhan miliar dolar untuk pengembangan model dan infrastruktur teknologi. Banyak investor tetap optimis terhadap revolusi teknologi yang diketahui, meskipun profitabilitas masih menjadi tantangan yang nyata.
OpenAI, yang berinvestasi lebih dari USD 1 triliun sebelum akhir dekade, merupakan pemimpin dalam pengembangan teknologi ini. Berbeda dengan Google dan Meta, OpenAI belum memiliki sumber pendapatan yang signifikan, yang dapat memberikan keseimbangan dalam keuangannya.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Kesulitan dalam Mencari Pendapatan
Dalam usahanya untuk menciptakan pendapatan, OpenAI menghadapi tantangan untuk menemukan minat pengguna yang tinggi terhadap langganan ChatGPT. Hal ini mendorong perusahaan untuk mencari alternatif pendapatan di tengah pengeluaran yang terus meningkat.
Dalam kolom yang diterbitkan di New York Times, Mallaby menyebutkan bahwa OpenAI 'terjebak' dalam situasi finansial yang berpotensi mengarah pada kehabisan dana dalam waktu dekat. "Perusahaan masih harus mencari modal sangat besar," tulisnya, menggambarkan tantangan yang dihadapi.
Persaingan yang Semakin Ketat di Pasar
OpenAI tidak hanya berhadapan dengan tantangan internal, tetapi juga harus bersaing dengan raksasa teknologi lain seperti Google, Microsoft, dan Meta, yang memiliki sumber daya besar berkat bisnis mereka yang sudah mapan. Mallaby mencatat bahwa meskipun OpenAI berada di garis depan dalam inovasi, tantangan finansial dapat mengganggu prospeknya.
Ia juga menegaskan bahwa kegagalan OpenAI tidak akan mencerminkan kegagalan keseluruhan teknologi AI, melainkan akan lebih menunjukkan bahwa beberapa pengembang terlalu terpengaruh oleh hype yang ada di industri ini.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: