Jumat, 16 JANUARI 2026 • 21:44 WIB

Kesaksian Ahok dan Jonan dalam Persidangan Kasus Korupsi Minyak Mentah

Author

Kesaksian Ahok dan Jonan dalam Persidangan Kasus Korupsi Minyak Mentah

Basuki Tjahaja Purnama, yang dikenal sebagai Ahok, dan Ignasius Jonan akan memberikan kesaksian dalam persidangan kasus korupsi yang melibatkan tata kelola minyak mentah. Persidangan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik

Kedua tokoh ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai penyimpangan yang terjadi selama masa jabatan mereka di Pertamina. Selain mereka, akan ada tiga saksi lain yang turut dihadirkan.

Rincian Kasus Korupsi

Kasus ini berpusat pada dugaan korupsi yang melibatkan anak M Riza Chalid, Muhammad Kerry Adrianto Riza, dan rekan-rekan terdakwa lainnya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuduh Kerry telah melakukan tindakan melawan hukum yang menguntungkan dirinya dengan total kerugian negara mencapai Rp285,18 triliun.

Kerry diduga memperkaya diri sendiri serta pihak lain melalui pengaturan yang merugikan Pertamina. Pengaturan ini meliputi penyewaan kapal dan pengelolaan produk kilang yang menyebabkan kerugian besar bagi negara, termasuk hilangnya potensi pendapatan yang signifikan.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Peran Ahok dan Jonan dalam Kasus

Ahok dan Jonan diminta untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi tata kelola di Pertamina selama masa jabatan mereka. Direktorat Penuntutan pada Jampidsus Kejaksaan Agung menegaskan bahwa kesaksian ini sangat penting untuk memberikan konteks terkait penyimpangan yang terjadi di institusi tersebut.

Anang Supriatna, Kapuspenkum Kejagung, menyatakan bahwa keduanya diharapkan dapat memberikan kesaksian yang substansial. Empat saksi tambahan, termasuk Wamen ESDM sebelumnya dan Direktur Utama Pertamina, juga akan memberikan keterangan untuk melengkapi fakta yang ada.

Gambaran Dampak Sosial dan Ekonomi

Kasus ini tidak hanya menarik perhatian elite namun juga masyarakat luas, karena melibatkan anak seorang penguasa kaya. Kejadian ini menimbulkan kesadaran publik tentang pentingnya transparansi dalam pengelolaan sumber daya negara.

Kejaksaan Agung berharap sidang ini dapat mendorong perhatian terhadap sistem tata kelola yang lebih baik di sektor energi, yang selama ini menghadapi banyak tantangan dalam memenuhi regulasi dan moralitas publik.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU