Rabu, 14 JANUARI 2026 • 21:00 WIB

Rencana Indonesia Kembangkan Ekosistem Semikonduktor dengan Investasi Rp 2,1 Triliun

Author

Rencana Indonesia Kembangkan Ekosistem Semikonduktor dengan Investasi Rp 2,1 Triliun

Indonesia telah mengumumkan komitmen serius dalam membangun ekosistem semikonduktor dengan alokasi dana sekitar Rp 2,1 triliun atau setara dengan US$125 juta.

Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis

Inisiatif ini dilakukan melalui kerja sama strategis dengan ARM Holding, raksasa teknologi dari Inggris, untuk memperkuat industri semikonduktor domestik.

Kerja Sama Strategis dengan ARM Holding

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia sedang menjajaki kerja sama yang strategis dengan ARM Holding. "Tapi kita nanti insyaAllah kita akan bangun dengan Inggris untuk ekosistem semikonduktor Indonesia yang juga forward looking," ungkapnya pada Selasa (13/1/2026).

Dengan alokasi dana sebesar US$125 juta, proyek ini berpotensi untuk berkembang lebih lanjut sesuai kebutuhan, yang mencakup berbagai aspek pengembangan infrastruktur dan penelitian dalam bidang semikonduktor.

Proyek ini diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia di pasar global semikonduktor dan menghadirkan inovasi teknologi yang lebih maju.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Perbandingan dengan Langkah Malaysia

Rencana pembangunan ekosistem semikonduktor di Indonesia hadir bersamaan dengan langkah Malaysia yang telah lebih dahulu menjalin kerja sama serupa dengan ARM. Malaysia berinvestasi hingga US$250 juta atau sekitar Rp 4 triliun dalam proyek jangka panjang selama sepuluh tahun.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk menghasilkan chip yang sepenuhnya diproduksi di Malaysia. Dana investasi tersebut akan digunakan untuk memperoleh desain dan teknologi chip dari ARM, seperti dilaporkan oleh Reuters.

Hal ini menunjukkan bahwa negara tetangga juga berupaya untuk memperkuat posisi mereka dalam industri semikonduktor yang semakin kompetitif.

Infrastruktur dan Pengalaman Malaysia dalam Industri Semikonduktor

Malaysia telah lama menjadi pusat industri semikonduktor, dengan pengalaman lebih dari 50 tahun dan menguasai sekitar 13% kebutuhan global dalam layanan pengujian, perakitan, dan pengemasan chip.

Pada tahun lalu, Malaysia mengukuhkan kembali komitmennya dengan mengalokasikan anggaran sebesar US$5,3 miliar untuk pelatihan serta pengembangan 6000 insinyur dalam rangka Strategi Semikonduktor Nasional (NSS).

Strategi ini mencakup pengembangan infrastruktur serta rantai pasok chip dan berupaya memperluas pasar ke klien global. Kerja sama yang sedang dijalankan menunjukkan langkah proactive Malaysia untuk mempertahankan dan meningkatkan posisinya dalam industri semikonduktor yang semakin berkembang.

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU