Pemprov DKI Jakarta berencana memanfaatkan sejumlah tiang monorel di kawasan Senayan untuk dijadikan videotron dan reklame. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mempertahankan nilai aset yang ada, di mana sebagian besar tiang monorel tidak akan dibongkar.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa pembongkaran akan difokuskan pada Jalan HR Rasuna Said, dengan target penyelesaian penataan tiang monorel pada September 2026.
Rencana Strategis Pemanfaatan Tiang Monorel
Gubernur Pramono Anung menjelaskan bahwa pemanfaatan tiang monorel di Senayan sebagai videotron dan reklame merupakan langkah strategis bagi pemerintah daerah. "Kalau ini sudah berjalan dengan baik, yang di Senayan memang beberapa pasti akan kami bongkar, tetapi beberapa akan kami sisakan untuk videotron dan sebagainya, untuk reklame. Jadi harus dimanfaatkan," ujarnya.
Dengan memanfaatkan aset yang ada, Pemprov DKI berharap dapat menghindari pemborosan dan memberikan nilai ekonomi lebih bagi daerah. Ini akan menjadi pilihan yang lebih bijak dibandingkan dengan membongkar semua tiang monorel yang ada.
Menurut data dari Pemprov DKI Jakarta, pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said sudah dimulai, di mana total terdapat 109 tiang yang akan dipotong. Proses ini menjadi bagian dari penataan yang lebih luas yang mencakup perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Metodologi Pelaksanaan Pembongkaran
Pelaksanaan pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said dilakukan pada malam hari, dimulai dari pukul 23.00 hingga 05.00 WIB. Dengan cara ini, Pemprov DKI bertujuan untuk meminimalisir gangguan terhadap aktivitas masyarakat di siang hari.
Selama proses pemotongan, lalu lintas akan diatur sehingga tidak mengganggu perjalanan masyarakat. Pembongkaran ini diharapkan berlangsung efektif dan efisien tanpa menyebabkan kemacetan yang berarti.
Gubernur Pramono menegaskan bahwa pentingnya pengaturan yang baik selama pelaksanaan proyek ini bertujuan agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya tanpa mengalami kesulitan dalam beraktivitas.
Anggaran dan Rencana Penataan Kawasan
Sebagai bagian dari penataan kawasan, Pemprov DKI menyiapkan anggaran sekitar Rp 102 miliar. Anggaran tersebut tidak hanya dialokasikan untuk pembongkaran tiang monorel, tetapi juga untuk perbaikan jalan, trotoar, drainase, penerangan, dan taman di sepanjang Jalan Rasuna Said.
Gubernur Pramono menyebutkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan estetika di kawasan Jakarta Selatan. "Penataan ini penting untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan pengguna jalan," tambahnya.
Dengan anggaran yang cukup besar, diharapkan penataan kawasan dapat dilaksanakan secara menyeluruh dan memberikan dampak positif bagi penduduk dan pengunjung Jakarta.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: