Selasa, 13 JANUARI 2026 • 17:29 WIB

Kepala Daerah Sumatera Barat Rapatkan Strategi Pemulihan Pascabencana

Author

Kepala Daerah Sumatera Barat Rapatkan Strategi Pemulihan Pascabencana

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengumpulkan seluruh kepala daerah di Provinsi Sumatera Barat untuk mendiskusikan langkah-langkah pemulihan pascabencana yang terjadi di wilayah tersebut.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota

Rapat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat yang ingin mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi daerah yang terdampak bencana.

Mobilisasi Sumber Daya Nasional

Mendagri menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah mengerahkan berbagai sumber daya nasional untuk menangani dampak bencana di Sumatera Barat.

Pengerahan ini melibatkan TNI, Polri, serta berbagai kementerian dan lembaga, sebagai upaya bersama untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi.

Selain itu, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang dipimpin langsung oleh Tito Karnavian.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer

Kondisi Terkini Pasca Bencana

Dari total 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat, terdapat 16 daerah yang teridentifikasi terdampak bencana. Meskipun demikian, banyak pemerintahan daerah sudah mulai beroperasi kembali.

Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan, "Indikator-indikator di Sumatera Barat relatif kami kira cukup menggembirakan. Kenapa? Karena semua pemerintahannya dari 16 yang terdampak ini, kita lihat hampir semuanya hijau pemerintah kabupatennya."

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya progres dalam pemulihan di sebagian besar daerah yang terdampak.

Fokus pada Daerah yang Masih Membutuhkan Bantuan

Tito juga menyoroti beberapa kabupaten yang masih memerlukan dukungan tambahan, seperti Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, dan Pesisir Selatan.

Ia menegaskan, "Yang belum-belum pulih itu kita kendalikan lagi, secepat mungkin kita keroyok rame-rame," menyoroti pentingnya kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah.

Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada daerah yang tertinggal dalam proses pemulihan.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU