Bagi banyak individu, fenomena waktu yang terasa semakin cepat seiring bertambahnya usia merupakan hal yang umum dialami. Berbagai faktor psikologis dan biologis berkontribusi terhadap pengalaman ini.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Seiring dengan bertambahnya dewasa, aktivitas yang monoton bisa menyebabkan waktu terasa melesat lebih cepat dibandingkan saat masih anak-anak.
Psikologi Persepsi dan Waktu
Salah satu alasan mengapa waktu terasa lebih cepat bagi orang dewasa adalah persepsi psikologis. Seiring pertambahan usia, otak mengkategorikan pengalaman dan memori yang serupa, membuat waktu terkesan lebih singkat.
Ketika mengingat masa kecil, terdapat banyak pengalaman baru yang menyita perhatian. Sebaliknya, saat dewasa, rutinitas harian yang monoton cenderung mengurangi kenangan baru yang terbentuk.
Dr. Philip Zimbardo, seorang psikolog terkenal, menyatakan, 'Pikiran kita lebih bisa merasakan waktu saat kita terlibat sepenuhnya dalam momen.' Ketika kita tidak sepenuhnya terlibat, kita cenderung merasa bahwa waktu berlalu lebih cepat.
Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Pengaruh Rutinitas Sehari-hari
Di fase dewasa, individu biasanya terjebak dalam rutinitas yang lebih terstruktur. Kewajiban pekerjaan dan keluarga sering kali mendominasi hampir seluruh waktu kita.
Berbeda dengan masa kecil yang penuh permainan dan eksplorasi, waktu dewasa sering dihabiskan untuk menyelesaikan tugas yang berulang, sehingga mengurangi pengalaman baru.
David Eagleman, seorang ahli neurologi, berpendapat, 'Pengalaman yang kaya dan beragam dapat memperlambat persepsi kita terhadap waktu.' Ketika terjebak dalam rutinitas, persepsi waktu seolah menjadi lebih cepat.
Perubahan Biologis di Otak
Seiring bertambahnya usia, faktor biologis juga berperan dalam cara kita merasakan waktu. Penelitian menunjukkan bahwa neuron di otak kita mengurangi kecepatan sinyal yang dikirim saat kita semakin tua.
Akibatnya, proses pengolahan waktu dalam otak dapat menjadi kurang efisien, sehingga menyebabkan persepsi bahwa waktu berjalan lebih cepat dibandingkan saat kita muda.
Dr. Alain de Botton, seorang penulis dan pemikir, mencatat, 'Makin tua kita, makin sedikit waktu yang terasa penuh dan berharga.' Ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi persepsi waktu terkait bukan hanya dengan usia, tetapi juga dengan kondisi mental dan fisik.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: