Senin, 12 JANUARI 2026 • 17:41 WIB

Khamenei Menanggapi Aksi Demonstrasi Besar di Iran dengan Tuduhan Terhadap Pendukungnya

Author

Khamenei Menanggapi Aksi Demonstrasi Besar di Iran dengan Tuduhan Terhadap Pendukungnya

Iran sedang dilanda gelombang demonstrasi besar yang mengecam kekuasaan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Aksi protes ini diiringi dengan penolakan terhadap rezim teokratis dan telah menimbulkan banyak korban jiwa.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas

Sejak Dimulai pada Desember lalu, demonstrasi telah menyebar ke sejumlah kota besar, termasuk Teheran, dengan para demonstran mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap pemerintah melalui berbagai aksi, termasuk pembakaran bangunan.

Tuduhan Khamenei dan Respons Pemerintah

Dalam pidato pertamanya sejak protes meluas, Khamenei menyebut para demonstran sebagai 'perusuh' yang berupaya 'menyenangkan' Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pidato tersebut disiarkan langsung di televisi pemerintah, menekankan sikap pemerintah yang tegas terhadap aksi demonstrasi.

Khamenei menekankan, 'Republik Islam datang ke tampuk kekuasaan dengan darah ratusan ribu orang terhormat, dan tidak akan mundur menghadapi para penyabot.' Dalam pandangannya, protes ini dianggap sebagai tantangan nyata terhadap otoritas pemerintah.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Kecaman dan Tanggapan Internasional

Penanganan demonstrasi ini menarik perhatian internasional, dengan pemimpin besar dari berbagai negara mengeluarkan pernyataan mengecam tindakan pemerintah Iran. Emmanuel Macron, Keir Starmer, dan Friedrich Merz mengutuk 'pembunuhan terhadap para pengunjuk rasa' dalam pernyataan bersama.

Donald Trump dalam sebuah tweet menyebut, 'Antusiasme untuk menggulingkan rezim itu luar biasa' dan memperingatkan bahwa tindakan kekerasan terhadap demonstran akan direspons dengan keras oleh AS. Pernyataan ini menunjukkan dukungan dari pihak luar terhadap gerakan demonstrasi di Iran.

Kondisi di Lapangan dan Tindakan Aparat

Video yang beredar menunjukkan kerumunan besar demonstran meneriakkan slogan 'mati bagi diktator', sementara televisi pemerintah menyiarkan demonstrasi pro-pemerintah. Pihak berwenang juga dilaporkan melakukan pemadaman internet untuk menekan protes.

Amnesty International dan Human Rights Watch melaporkan bahwa aparat keamanan menggunakan senjata tajam dan gas air mata. Michael Page, Wakil Direktur HRW untuk Timur Tengah, menyebutkan bahwa kebijakan ini mencerminkan tindakan represif yang berakar dalam kepada demonstran yang mayoritas bermaksud berunjuk rasa secara damai.

Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU