Senin, 12 JANUARI 2026 • 17:40 WIB

Peluncuran Kilang RDMP Balikpapan: Langkah Strategis untuk Ketahanan Energi Nasional

Author

Peluncuran Kilang RDMP Balikpapan: Langkah Strategis untuk Ketahanan Energi Nasional

Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin, 12 Januari 2026. Investasi mencapai Rp124 triliun yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat

Kilang yang dikelola oleh PT Pertamina (Persero) ini direncanakan mampu memproduksi hingga 360 ribu barel per hari, serta berupaya untuk menurunkan harga pokok produksi dan mengurangi ketergantungan pada impor solar.

Investasi dan Tujuan Proyek RDMP

Kilang RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek infrastruktur terintegrasi terbesar di Indonesia dengan total investasi mencapai US$7,4 miliar. Proyek ini diharapkan untuk mengatasi masalah ketergantungan terhadap impor BBM, khususnya solar.

Dalam peresmian, Prabowo menyatakan, "Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada sore hari ini, Senin, 12 Januari 2026. Saya Prabowo Subianto Presiden RI dengan ini meresmikan Proyek Infrastruktur terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan."

Dengan bertambahnya kapasitas dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, proyek ini diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah untuk mencapai swasembada energi.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota

Keunggulan Fasilitas RFCC

Fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex menjadi elemen kunci dalam proyek RDMP Balikpapan. Kehadirannya memungkinkan kilang untuk memproduksi BBM berkualitas tinggi yang memenuhi standar Euro 5.

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menjelaskan, "Melalui RFCC Complex dan unit tambahan lainnya, Kilang Balikpapan mengalami peningkatan signifikan dari standar Euro 2 dengan kandungan sulfur 2.500 ppm menjadi standar Euro 5 dengan kandungan sulfur hanya 10 ppm."

Produksi bahan bakar yang lebih bersih ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional serta mendukung program hilirisasi di sektor petrokimia.

Dampak Terhadap Industri Kimia

Kilang RDMP Balikpapan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi BBM, tetapi juga dapat menghasilkan produk-produk industri kimia seperti propylene dan ethylene. Kedua produk ini sangat dibutuhkan oleh industri petrokimia di dalam negeri.

Baron menambahkan, "Selain itu, Kilang Balikpapan akan mampu menghasilkan produk petrokimia. Ini merupakan lompatan besar dalam peningkatan kualitas BBM nasional, dengan kapasitas kilang mencapai 360 ribu barel per hari serta mendukung program hilirisasi."

Dengan dioperasikannya kilang ini, diharapkan Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, tetapi juga mengurangi ketergantungan akan impor bahan baku kimia.

Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU