Dalam pernyataan terbaru, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuduh bahwa para perusuh yang terlibat dalam demonstrasi dilatih oleh Amerika Serikat dan Israel untuk menciptakan kerusuhan di dalam negeri. Dia mengajak rakyat untuk menjauhi tindakan kekerasan yang merugikan masyarakat.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pezeshkian menegaskan bahwa meskipun protes adalah hak sah warga negara, dialog antara pemerintah dan masyarakat adalah langkah yang sangat penting untuk memecahkan permasalahan yang ada.
Pernyataan Presiden Pezeshkian tentang Protes dan Kekerasan
Dalam sebuah wawancara televisi, Presiden Pezeshkian mengungkap komitmen pemerintah dalam menangani masalah ekonomi yang dihadapi rakyat Iran. Dia menyatakan, 'Kami menganggap protes rakyat sebagai hal yang sah,' menekankan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk terlibat dalam dialog dengan masyarakat.
Selama berlangsungnya demonstrasi, terdapat laporan masjid yang dibakar, yang menurut Pezeshkian, adalah bagian dari provokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia juga mengingatkan bahwa tindakan kekerasan dan penghinaan terhadap simbol-simbol agama seperti Al-Qur'an tidak dapat diterima di tengah masyarakat.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi
Ancaman dari Elemen Anti-Pemerintah dan Tindakan Teror
Presiden Pezeshkian mengklaim bahwa terdapat usaha dari musuh negara untuk menciptakan perpecahan dan kerusuhan di dalam Iran. 'Musuh telah melatih sejumlah elemen di dalam dan di luar Iran, dan telah menggerakkan teroris untuk menyerang masyarakat, termasuk membakar masjid dan menembaki penduduk,' ujarnya.
Sekalipun situasi ini tampak kacau, Pezeshkian menyatakan bahwa para perusuh yang terlibat dalam aksi kekerasan bukanlah warga biasa. Mereka adalah bagian dari skenario lebih besar yang ditujukan untuk menggagalkan stabilitas negara Iran.
Seruan untuk Bersatu Melawan Kekerasan
Presiden mengajak semua elemen sosial, termasuk masyarakat umum, untuk bersatu melawan tindakan kekerasan yang ada. Dia menyerukan agar serikat pekerja, pemilik industri, dan aktivis ekonomi bekerja sama dengan pemerintah untuk memberantas akar masalah, termasuk korupsi.
Sebagai respons atas kekerasan dalam protes, Pezeshkian juga mengingatkan bahwa demonstrasi pro-pemerintah akan dilakukan. Tindakan ini diharapkan akan memperkuat persatuan di masyarakat dan menunjukkan ketidakpuasan terhadap tindakan ekstrem yang telah berlangsung.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: