Abu jenazah Martin Carreras Fernando, pelatih sepakbola wanita Valencia CF, bersama kedua anaknya, telah tiba di Spanyol setelah dibawa oleh istri Fernando, Andrea Ortuno, beserta anggota keluarga lainnya.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan
Ketiganya merupakan korban dari tragedi tenggelamnya KM Putri Sakinah yang terjadi di Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada 26 Desember 2025.
Proses Pemulangan Jenazah
Jenazah Martin Carreras Fernando dan kedua anaknya melalui proses kremasi di Bali sebelum abu mereka dibawa ke Spanyol. Proses ini diambil untuk memberikan waktu bagi keluarga untuk berduka sebelum melakukan perjalanan.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, menyatakan bahwa istri Fernando telah kembali ke Spanyol dengan membawa abu jenazah.
Setelah melaksanakan upacara tabur bunga di lokasi tenggelamnya kapal, keluarga memutuskan untuk memulangkan abu agar dapat berkumpul kembali di tanah kelahiran.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta
Operasi Pencarian Korban
Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah berlangsung selama 15 hari, sebelum dinyatakan ditutup pada 9 Januari 2026. Tim SAR berhasil menemukan jenazah Fernando dan dua anaknya, sementara salah satu anak laki-lakinya masih dinyatakan hilang.
Budi menjelaskan, 'Kami berterima kasih kepada semua pihak, termasuk Dubes Spanyol, yang selama ini telah memberikan dukungan maksimal dalam pencarian ini. Pahit dan hati hancur atas tragedi ini.'
Meskipun pencarian telah dihentikan, satu perwakilan keluarga tetap bertahan di Bali dengan harapan anak Fernando yang hilang bisa ditemukan oleh masyarakat setempat.
Harapan Keluarga dan Penutupan Operasi
Keluarga korban mengakui bahwa operasi SAR harus ditutup setelah tiga kali perpanjangan masa pencarian. Namun, mereka tetap berharap akan ada kemungkinan untuk menemukan anak yang hilang.
Budi menyatakan, 'Keluarga paham operasi SAR harus ditutup tetapi tetap menaruh harapan agar korban dapat ditemukan.' Keluarga yang masih berada di Bali berharap agar nelayan atau kapal wisata dapat memberikan bantuan dalam pencarian.
Kehilangan ini menjadi beban emosional yang mendalam bagi keluarga dan seluruh komunitas yang terkena dampak.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: