Masyarakat di negara bagian Victoria, Australia, diimbau untuk bersiap menghadapi risiko kehilangan properti akibat kebakaran hutan yang semakin meluas di tengah gelombang panas ekstrem.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Prakiraan cuaca menunjukkan suhu dapat mencapai rekor tertinggi, dengan kondisi yang mendukung penyebaran api, terutama karena angin kencang.
Kondisi Kebakaran yang Memburuk di Victoria
Pemerintah Victoria telah menetapkan larangan total terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran, dinyatakan sebagai status 'katastropik'.
Kepala Petugas Country Fire Authority (CFA) Jason Heffernan mengungkapkan bahwa keadaan ini mengharuskan warga untuk bersiap menghadapi kerusakan lebih lanjut, bahkan potensi yang lebih serius.
Diperkirakan suhu di Victoria akan mencapai 42 derajat Celsius pada hari-hari mendatang, yang dapat memperburuk situasi.
Saat ini, lebih dari 36.000 hektare lahan telah terbakar, dan sepuluh rumah di daerah Ruffy mengalami kerusakan total.
Dampak Terhadap Masyarakat dan Properti
Kapten CFA Ruffy, George Noye, melaporkan dampak kebakaran sangat parah, menyatakan, 'Jalan utama terlihat seperti baru saja dibom, kami kehilangan sebuah sekolah.'
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Banyak warga mengalami kerugian signifikan terhadap mata pencaharian mereka, termasuk ternak dan fasilitas pertanian.
Walaupun belum ada laporan korban jiwa, ketegangan meningkat bagi penduduk yang berada di dekat lokasi kebakaran.
Pihak berwenang telah menganjurkan kewaspadaan tinggi bagi seluruh masyarakat, tidak hanya bagi mereka yang berada di sekitar titik kebakaran.
Proses Evakuasi dan Keamanan Warga
Wakil Komisaris Kepolisian Victoria, Bob Hill, melaporkan bahwa tiga orang, termasuk dua dewasa dan seorang anak, masih belum ditemukan di kawasan Longwood.
Pihak berwenang sebelumnya telah berkomunikasi dengan para hilang dan mendorong mereka untuk mencari perlindungan seiring dengan memburuknya situasi.
Hill menyatakan, 'Mereka bisa saja selamat, mereka bisa saja masih hidup. Kami tetap membuka semua kemungkinan.'
Di daerah lain, kebakaran juga terjadi di Walwa, yang telah menghanguskan lebih dari 17.000 hektare lahan.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: