Amerika Serikat baru-baru ini menyita kapal tanker minyak yang terhubung dengan Rusia di wilayah perairan Atlantik Utara. Tindakan penyitaan ini diambil dalam konteks pelanggaran sanksi AS terkait pengangkutan minyak menuju Venezuela.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer
Kapal tanker yang dikenal sebelumnya sebagai Bella-1 ini, kini bernama Marinera, dikejar dari lepas pantai Venezuela hingga ke perairan Atlantik Utara, memicu reaksi tajam dari pihak Rusia yang mengecam operasi tersebut.
Operasi Penangkapan Kapal Tanker
Otoritas AS menyita kapal tersebut meskipun sedang berlayar di bawah pengawalan Angkatan Laut Rusia. Penyitaan ini dilaksanakan berdasarkan surat perintah dari pengadilan federal AS, seperti dilaporkan oleh AFP dan Anadolu Agency.
Komando Eropa AS menegaskan, "Kapal itu disita di Atlantik Utara berdasarkan surat perintah yang dirilis oleh pengadilan federal AS." Menurut keterangan yang diterima, operasi penyitaan adalah hasil kolaborasi antara Departemen Kehakiman, Departemen Keamanan Dalam Negeri, dan Departemen Pertahanan AS.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Pernyataan dari Pejabat AS
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menekankan bahwa blokade terhadap minyak Venezuela berlaku secara global. "Blokade terhadap minyak Venezuela yang dikenai sanksi dan ilegal tetap berlaku sepenuhnya -- di mana pun di dunia," ungkap Hegseth.
Pernyataan dari Pentagon juga menjelaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari upaya untuk melindungi keamanan dan stabilitas kawasan Belahan Bumi Barat dan menegaskan pentingnya penegakan hukum internasional.
Reaksi Rusia terhadap Penyitaan
Kementerian Transportasi Rusia mengkritik langkah AS dan menekankan bahwa kebebasan navigasi di perairan lepas harus dihormati. Kementerian Luar Negeri Rusia kembali menyerukan agar pemerintah AS mengizinkan pemulangan awak kapal yang berkewarganegaraan Rusia.
Namun, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa awak kapal akan dibawa ke AS untuk diadili. Leavitt menambahkan, "Ini adalah kapal armada bayangan Venezuela yang telah mengangkut minyak yang dikenai sanksi."
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: