Rabu, 07 JANUARI 2026 • 14:40 WIB

Kondisi Ptosis: Penurunan Kelopak Mata yang Perlu Diketahui

Author

Kondisi Ptosis: Penurunan Kelopak Mata yang Perlu Diketahui

Ptosis, suatu kondisi di mana kelopak mata mengalami penurunan, kini mendapatkan perhatian lebih dalam pembahasan kesehatan. Dampaknya tidak hanya pada penampilan, tetapi juga dapat berpengaruh pada fungsi penglihatan individu.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

American Academy of Ophthalmology mengungkapkan bahwa ptosis dapat menyebabkan kelopak mata menutupi pupil, sehingga mengganggu pandangan normal bagi pengidapnya.

Definisi dan Dampak Ptosis

Ptosis didefinisikan sebagai penurunan kelopak mata bagian atas yang bervariasi dari sedikit hingga signifikan. Penurunan yang cukup parah berisiko menghalangi pupil, komponen krusial yang berfungsi menyerap cahaya.

Kondisi ini dapat dialami oleh individu dari berbagai usia, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Penanganan yang tepat bertujuan untuk meningkatkan fungsi penglihatan serta memperbaiki aspek estetik dari kelopak mata.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Penyebab Utama Ptosis pada Dewasa

Ptosis pada orang dewasa seringkali dikenal sebagai acquired ptosis. Penyebab utama mencakup melemahnya otot pengangkat kelopak mata seiring bertambahnya usia.

Selain faktor usia, cedera pada mata dan efek samping dari prosedur bedah mata juga dapat berkontribusi pada terjadinya pertumbuhan kelopak mata yang turun ini. Penyakit langka yang menyerang jaringan otot pun turut berperan dalam kondisi ini.

Forma Penanganan yang Tersedia

Terdapat beberapa opsi perawatan yang dapat dipertimbangkan dalam menangani ptosis. Salah satu inovasi terbaru adalah penggunaan obat tetes mata yang mengandung oxymetazoline, yang dirancang untuk meningkatkan kekuatan otot kelopak mata pada pengidap acquired ptosis.

Jika kondisi menunjukkan parah, prosedur operasi mungkin diperlukan. Dalam operasional tersebut, dokter akan menyesuaikan otot pengangkat kelopak mata agar dapat berfungsi normal kembali, di mana pada kasus yang lebih serius, otot levator perlu diperpendek dan dipasang kembali.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU