Rabu, 07 JANUARI 2026 • 11:40 WIB

Venezuela Tetapkan Masa Berkabung Usai Serangan Militer AS

Author

Venezuela Tetapkan Masa Berkabung Usai Serangan Militer AS

Pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan masa berkabung selama satu minggu untuk mengenang korban serangan yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Amerika Serikat. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang hilang dalam insiden yang ditujukan untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Masa berkabung ini mulai berlaku pada Selasa, 6 Januari 2026, dan mencakup penghormatan kepada 'kaum muda, perempuan, dan laki-laki yang mengorbankan nyawa mereka untuk membela Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro,' tutur Rodriguez dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah.

Detail Serangan AS di Venezuela

Serangan yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Amerika Serikat terjadi pada hari Sabtu, 3 Januari 2026, dengan tujuan utama untuk menangkap Nicolas Maduro. Dalam pernyataan resmi dari Washington, hampir 200 tentaranya dikerahkan untuk melaksanakan operasi tersebut.

Kuba dan Venezuela mengklaim bahwa 55 personel militer mereka kehilangan nyawa dalam aksi itu. Selain itu, Jaksa Agung Venezuela mencatat adanya puluhan korban dari kalangan sipil dan militer, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah pasti.

Serangan ini menggambarkan eskalasi ketegangan antara kedua negara, dengan Venezuela yang menjadi sorotan atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi oleh pemerintahannya.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer

Konteks Politik di Venezuela

Penangkapan yang ditargetkan terhadap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, mengindikasikan berakhirnya 12 tahun pemerintahan Maduro yang banyak dianggap semakin otoriter. Hal ini menjadi bagian dari usaha lebih luas oleh AS untuk mengubah kepemimpinan di Venezuela.

Washington menuduh Maduro terlibat dalam kegiatan kartel narkoba, yang dijadikan justifikasi untuk penangkapannya. Mereka menawarkan uang sebesar US$ 50 juta, atau setara dengan Rp 838 miliar, bagi siapapun yang dapat memberikan informasi untuk menangkapnya.

Situasi ini tidak hanya menciptakan ketidakstabilan politik, tetapi juga memperburuk krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di negara tersebut.

Dampak dan Reaksi Masyarakat

Masyarakat Venezuela mengalami dampak yang mendalam akibat serangan ini, baik dari segi kehilangan nyawa maupun dari segi psikologis. Masa berkabung yang ditetapkan dijadwalkan untuk memberikan kesempatan kepada keluarga korban untuk berduka.

Rodriguez dalam siaran persnya menekankan pentingnya solidaritas di antara rakyat Venezuela dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh serangan asing tersebut. 'Kami di sini untuk memperjuangkan kebebasan dan kedaulatan Venezuela,' ungkapnya.

Reaksi masyarakat terlihat dalam berbagai bentuk, mulai dari protes hingga upaya untuk memberikan dukungan kepada keluarga yang kehilangan anggota. Hal ini memperlihatkan ketahanan dan semangat juang rakyat Venezuela dalam menghadapi krisis.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU