Selasa, 06 JANUARI 2026 • 11:20 WIB

Dampak Operasi Militer AS di Venezuela terhadap Strategi Diplomatik China di Asia Timur

Author

Dampak Operasi Militer AS di Venezuela terhadap Strategi Diplomatik China di Asia Timur

Operasi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela yang dilaksanakan di bawah kepemimpinan Donald Trump diperkirakan akan memberikan keuntungan bagi China dalam memperkuat posisi teritorialnya, terutama terkait Taiwan dan Laut China Selatan.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025

Namun, para analis memperingatkan bahwa tindakan AS tersebut tidak serta-merta mempercepat invasi Beijing ke Taiwan dalam waktu dekat.

Analisis Perubahan Narasi Diplomatik Beijing

Menurut laporan dari Reuters, sejumlah ahli dalam bidang hubungan internasional mencatat adanya pergeseran dalam narasi diplomatik yang kemungkinan akan dijalankan oleh Beijing. Presiden Xi Jinping diyakini akan mempertahankan linimasa domestiknya dalam merespons isu Taiwan.

Tindakan AS yang menonjol di kawasan Amerika Latin diyakini akan memberikan 'amunisi' diplomatik baru bagi China, yang dapat digunakan untuk mengkritik posisi Washington di panggung internasional.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Kesempatan Strategis bagi China

Penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, oleh angkatan bersenjata AS dianggap sebagai peluang tak terduga bagi China. William Yang, seorang analis dari International Crisis Group, menyoroti bahwa langkah ini memberikan banyak ruang bagi argumen China untuk menentang AS di berbagai isu, termasuk Taiwan.

Yang menegaskan, 'Ini benar-benar menciptakan banyak celah dan 'amunisi murah' bagi China untuk melawan AS di masa depan terkait isu Taiwan, Tibet, hingga sengketa pulau di Laut China Timur dan Selatan.'

Kondisi Terkini di Taiwan dan Respon Beijing

Meskipun China terus meningkatkan tekanan militernya terhadap Taiwan, beberapa analis skeptis akan adanya tindakan militer serupa dari China dalam waktu dekat. Shi Yinhong, Profesor Hubungan Internasional di Universitas Renmin Beijing, mencatat bahwa ambisi China terhadap Taiwan sangat bergantung pada perkembangan kemampuan militernya.

Neil Thomas dari Asia Society menilai bahwa China tidak akan menjadikan kasus Venezuela sebagai preseden hukum, karena mereka menganggap Taiwan sebagai 'urusan internal' dan bukan sebagai intervensi terhadap negara berdaulat.

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU