Setelah lebih dari dua minggu dalam pelarian, pelaku pembunuhan anak anggota Dewan Pakar DPD PKS Cilegon berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian pada Jumat (2/1). Pelaku berinisial HA (30) ditemukan saat berusaha melakukan pencurian di rumah mantan anggota DPRD Cilegon, Roisyudin Sayuri.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi
Kapolda Banten, Irjen Hengki, mengungkapkan bahwa saat ini penyidik masih mendalami peran pelaku dalam kasus ini. Ia menegaskan, "Masih diperiksa, masih kami dalami. Sudah ditangkap, nanti akan kami rilis lengkap."
Rincian Penangkapan dan Cara Operasi Pelaku
Selama proses penyelidikan, terungkap bahwa HA merupakan spesialis pencurian rumah mewah dalam keadaan kosong. Ia dilaporkan telah melakukan pencurian di rumah milik Roisyudin sebanyak dua kali sebelum upaya pencurian terakhir yang berujung pada penangkapan.
Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa perhiasan dari pencurian sebelumnya serta alat pemanas gembok yang digunakan untuk membuka brankas. Modus operandi pelaku menunjukkan keahliannya dalam menyasar rumah-rumah dengan nilai tinggi ketika tidak ada penghuni.
Kapolda Banten juga menambahkan bahwa penangkapan HA merupakan hasil kerja sama tim yang sinergis di lapangan. Hal ini menunjukkan peningkatan kesiapan dan respons cepat dari aparat kepolisian dalam menangani kasus kejahatan.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Kronologi Pembunuhan dan Penemuan Barang Bukti
Kejadian pembunuhan terhadap anak Maman Suherman berlangsung saat pelaku tengah melakukan pencurian dan terpergok oleh penghuni rumah. Pembunuhan ini dilakukan dengan cara yang sangat brutal, dimana bocah kelas IV SD tersebut ditemukan dengan 19 tusukan.
Dari hasil penyelidikan, fakta mencuat bahwa HA tidak memiliki hubungan personal dengan keluarga korban. Kapolda Hengki menekankan, "Bukan orang dekat dan tidak kenal dengan keluarga korban," menjelaskan bahwa tidak ada indikasi keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.
Keberanian pelaku melakukan tindakan kejam ini diungkapkan sebagai tindakan yang tidak terduga dalam lingkungan yang dianggap aman.
Identitas dan Latar Belakang Pelaku
Dari hasil penyelidikan lebih lanjut, HA berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, dan dikabarkan bekerja di salah satu perusahaan petrokimia besar di kawasan Ciwandan, Cilegon. Ia juga memiliki kartu anggota serikat pekerja yang menjadi identitas resmi.
Setelah kejadian tersebut, anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi mengungkapkan rasa takut yang mendalam. Perilaku berbahaya ini membuat masyarakat merasa khawatir akan keamanan di lingkungan mereka, yang sebelumnya dianggap aman.
Masyarakat setempat mendesak pihak berwenang untuk meningkatkan pengamanan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: