Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meluaskan ancamannya terhadap negara-negara di Amerika Latin setelah intervensi militer di Venezuela. Ia mengungkapkan kesiapan untuk melakukan serangan terhadap Kolombia dan memperkirakan bahwa Kuba akan segera mengalami keruntuhan.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Dalam pernyataannya kepada media, Trump mencatat kesehatan Kolombia dan Venezuela yang menurutnya berada dalam kondisi 'sangat sakit', serta menunjukkan kemungkinan intervensi lebih lanjut di wilayah tersebut.
Kontroversi Serangan ke Venezuela
Trump mengkonfirmasi bahwa serangan terhadap Venezuela merupakan bagian dari operasi penegakan hukum berkaitan dengan penculikan Presiden Nicolas Maduro. Operasi ini berlangsung pada 3 Januari 2026 dan dianggap oleh banyak pihak sebagai langkah strategis untuk menguasai cadangan minyak Venezuela.
Dalam komentarnya, Trump juga mengancam Presiden Kolombia, Gustavo Petro, dengan menyatakan, 'Kolombia sangat sakit dan Bogota dijalankan oleh orang-orang yang terlibat dalam perdagangan kokain.'
Komentar tersebut langsung menuai respons keras dari Petro, yang menyerukan persatuan di seluruh Amerika Latin untuk menghadapi ancaman dari Amerika Serikat, dengan menyatakan, 'AS adalah negara pertama di dunia yang mengebom ibu kota Amerika Selatan.'
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dampak pada Hubungan Internasional
Ancaman Trump tidak hanya terbatas pada Kolombia, tetapi juga mencakup negara seperti Kuba dan Meksiko. Dalam pandangannya, Kuba 'sepertinya siap jatuh' karena kekurangan sumber pendapatan yang memadai, serta mengingatkan Meksiko akan perlunya tindakan dalam menyelesaikan masalah penyelundupan obat.
Dia menggambarkan situasi di Meksiko sebagai krisis yang ditandai dengan kekuatan kartel yang mendominasi, menyatakan, 'Kartel menguasai Meksiko, suka atau tidak.'
Menurut Trump, intervensi militer AS diperlukan untuk menangani masalah penyelundupan obat melalui Meksiko, yang menunjukkan pentingnya kerjasama regional dalam menangani isu tersebut.
Kritik dan Reaksi Global
Berbagai kritik muncul terkait langkah agresif AS di Amerika Latin, terutama mengenai dugaan motif ekonomi di balik penculikan Maduro. Kritikus menilai intervensi ini tidak hanya didasarkan pada kepentingan kemanusiaan, tetapi lebih kepada kontrol atas sumber daya alam.
Sikap Trump dalam mempertahankan intervensi militer juga mendapatkan penolakan dari banyak pemimpin di Amerika Latin yang menginginkan kemandirian kawasan menghadapi tekanan eksternal.
Perdebatan ini mencerminkan kompleksitas hubungan AS dengan negara-negara di Amerika Latin, serta dampak dari kebijakan luar negerinya terhadap stabilitas regional.
Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: