Sabtu, 03 JANUARI 2026 • 12:34 WIB

BYD Melesat ke Posisi Teratas Pasar Kendaraan Listrik Global, Meminggirkan Tesla

Author

BYD Melesat ke Posisi Teratas Pasar Kendaraan Listrik Global, Meminggirkan Tesla

Pabrikan otomotif asal Tiongkok, BYD, mencetak sejarah baru dengan berhasil meraih posisi sebagai pemimpin pasar kendaraan listrik global, menggeser Tesla pada tahun 2025.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik

Penjualan Tesla mengalami penurunan yang signifikan, mencatatkan total 1,64 juta unit kendaraan listrik, berbanding terbalik dengan BYD yang berhasil menjual 2,26 juta unit.

Kinerja Penjualan BYD dan Tesla

BYD melaporkan angka penjualan yang mengesankan dengan total 2,26 juta kendaraan listrik sepanjang tahun 2025, yang menempatkannya di puncak klasemen otomotif global.

Sebaliknya, Tesla hanya mampu menjual 1,64 juta kendaraan, yang menurun lebih dari 8% dibandingkan tahun sebelumnya, di mana penjualannya mencapai 1,79 juta unit.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan investor dan pengamat industri terkait dengan daya saing Tesla di pasar kendaraan listrik yang semakin ketat.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China

Faktor-Faktor Penyebab Penurunan Penjualan Tesla

Salah satu penyebab utama penurunan penjualan Tesla adalah berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik di Amerika Serikat, yang dihapus pada akhir September 2025.

Hal ini menyebabkan pasar perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan permintaan terhadap kendaraan listrik, berimbas pada daya tarik konsumen terhadap Tesla.

Selain itu, dukungan politik CEO Tesla, Elon Musk, terhadap Presiden AS, Donald Trump, dan tokoh politik sayap kanan lainnya, dinilai menambah tantangan bagi perusahaan dalam menarik basis pelanggannya.

Persaingan di Pasar Kendaraan Listrik

Pasar kendaraan listrik global kini semakin ramai dengan banyak pemain baru, terutama dari Tiongkok, di mana BYD telah tampil sebagai salah satu pemain utama.

Dengan keberhasilan penjualannya di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa, BYD menunjukkan pertumbuhan signifikan di luar negeri meskipun dihadapkan pada tantangan tarif di AS.

BYD, yang dikenal dengan akronim 'Biyadi' dalam bahasa Mandarin, telah berhasil memperluas jangkauannya setelah meraih sukses di pasar domestik Tiongkok yang sangat kompetitif.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU