Jumat, 02 JANUARI 2026 • 19:41 WIB

Kekerasan Antarwarga Kembali Mewakili Perluasan Tindakan Preventif di Manggarai

Author

Kekerasan Antarwarga Kembali Mewakili Perluasan Tindakan Preventif di Manggarai

Tawuran antarwarga kembali pecah di underpass Manggarai, Jakarta Selatan, pada Jumat, 2 Januari 2026, namun berhasil dibubarkan oleh kepolisian setempat.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas

Insiden terjadi akibat suara petasan yang memicu dua kelompok untuk saling menyerang, namun situasi kini dinyatakan aman oleh pihak kepolisian.

Detail Kejadian Tawuran

Kejadian tawuran berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB di terowongan Kelurahan Manggarai. Tawuran melibatkan sekitar 20 orang dari Gang Tuyul RW 04 dan warga Magasen RW 12.

Ketegangan dimulai setelah suara petasan terdengar, yang kemudian memicu kedua kelompok untuk saling melempar batu dan petasan. Polisi yang menerima laporan segera bergegas ke lokasi untuk membubarkan kerumunan.

Petugas kepolisian berhasil menghentikan tawuran tersebut pada pukul 16.10 WIB, menandai berakhirnya aksi saling serang yang berpotensi membahayakan.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Tindakan Kepolisian

Kapolsek Tebet, Kompol Iwan Gunawan, langsung memimpin tindakan untuk menanggulangi tawuran tersebut. Ia dan anggotanya mengimbau warga agar kembali ke rumah masing-masing untuk menghindari kerumunan.

Kombes Nicolas Ary Lilipaly, Kapolres Metro Jakarta Selatan, mengonfirmasi bahwa keamanan di lokasi saat ini telah pulih, dengan mengatakan, 'Sudah aman itu. Aparat keamanan sudah berada di TKP'.

Setelah kejadian, petugas memberikan patroli lanjutan di sekitar RW 04 dan RW 12 untuk mengawasi situasi dan memastikan keamanan warga.

Upaya Pencegahan Tawuran

Tawuran di underpass Manggarai menunjukkan bahwa insiden kekerasan antarwarga masih menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dan aparat keamanan. Berbagai upaya telah dilakukan, namun masalah ini belum teratasi sepenuhnya.

Pendirian posko pantau Manggarai serta inisiatif kegiatan seperti 'Manggarai Bersholawat' merupakan langkah yang diambil untuk meredakan ketegangan antarwarga. Program ini bertujuan untuk membangun komunikasi yang lebih baik di antara warga setempat.

Sebelum tawuran, pihak kepolisian juga melakukan monitoring untuk mencegah konflik. Namun, situasi tersebut menunjukkan bahwa perlu lebih banyak tindakan struktural untuk mengatasi akar masalah kekerasan antarwarga.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU