Somaliland mengeluarkan pernyataan resmi untuk membantah rumor terkait kesepakatan yang menyatakan bahwa mereka akan menampung warga Palestina sebagai bagian dari pengakuan Israel atas independensi mereka.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Kementerian Luar Negeri Somaliland menegaskan bahwa klaim tersebut merupakan informasi palsu yang disampaikan oleh Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud.
Pernyataan Resmi dari Somaliland
Kementerian Luar Negeri Somaliland secara resmi membantah isu yang menyatakan adanya kesepakatan untuk menampung warga Palestina di wilayah mereka.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada 2 Januari 2026, mereka menyebut rumor tersebut sebagai klaim palsu yang dibuat oleh Presiden Somalia.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi
Pengakuan Israel dan Reaksi Somalia
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya mengumumkan pengakuan resmi Israel terhadap Somaliland sebagai negara merdeka, yang menyebabkan kemarahan dari pihak Somalia serta negara-negara lain di Timur Tengah dan Afrika.
Presiden Hassan Sheikh Mohamud menyatakan kepada Al-Jazeera bahwa Israel menetapkan beberapa syarat untuk mengakui Somaliland, termasuk penampungan warga Palestina, tetapi Somaliland membantah klaim tersebut.
Stabilitas dan Kerja Sama Internasional
Kementerian Luar Negeri Somaliland menegaskan bahwa keterlibatan mereka dengan Israel adalah murni untuk kepentingan diplomasi dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Somaliland menolak tuduhan yang dianggap menyesatkan dan menyatakan komitmennya untuk menjaga stabilitas regional dan menjalin kerja sama internasional yang damai.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: