Jumat, 02 JANUARI 2026 • 14:31 WIB

Kolaborasi Bulog dan BRIN untuk Inovasi Pemeliharaan Stok Beras

Author

Kolaborasi Bulog dan BRIN untuk Inovasi Pemeliharaan Stok Beras

Perum Bulog dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah melakukan kerjasama strategis untuk menerapkan teknologi baru dalam upaya pengelolaan stok beras yang lebih optimal.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana

Langkah ini diambil seiring dengan pencapaian stok beras Bulog yang mencapai puncaknya pada awal tahun 2026, yang merupakan sejarah baru bagi perusahaan.

Kerjasama Strategis untuk Kualitas Beras

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menekankan pentingnya penguatan kualitas beras seiring dengan meningkatnya stok nasional. Upaya ini bertujuan untuk menjaga kesehatan, ketahanan, dan masa simpan beras yang dikelola oleh Bulog.

Rizal menjelaskan, "Kami seperti biasanya selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kualitas masing-masing produk beras. Bahkan kami sudah memperoleh teknologi baru dari BRIN."

Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan kondisi beras yang disimpan dalam gudang Bulog tetap optimal dan sehat. Rizal juga menyatakan bahwa BRIN akan memberikan dukungan penuh untuk pemeliharaan beras di masa mendatang.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi

Pola Pemeliharaan yang Sistematis

Bulog telah menerapkan pola pemeliharaan beras berlapis yang mencakup tindakan harian, mingguan, bulanan, hingga kuartalan dan semesteran. Setiap indikasi gangguan hama atau kerusakan pada beras akan ditangani segera melalui tindakan percepatan seperti fumigasi.

Rizal menyatakan, "Dengan pola itu, setiap indikasi gangguan hama langsung dilakukan tindakan percepatan sehingga penyakit tidak menyebar ke yang lain."

Dengan penerapan pola pemeliharaan yang sistematis ini, Bulog berharap dapat menjaga kualitas beras tetap tinggi, terhindar dari serangan hama yang dapat mempengaruhi nilai produk.

Mencapai Rekor Stok Beras

Penguatan kualitas stok beras Bulog diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap cadangan pangan pemerintah. Perum Bulog mencatatkan stok beras sebanyak 3,24 juta ton pada awal tahun 2026, yang merupakan rekor tertinggi sejak lembaga tersebut didirikan.

Capaian ini didukung oleh serapan gabah dan beras nasional yang juga mencetak rekor, mencerminkan upaya Bulog dalam menjaga pasokan beras di seluruh Indonesia.

Kolaborasi antara Bulog dan BRIN ini menjadi bagian dari strategi untuk menjaga stabilitas pasokan dan mutu beras nasional sepanjang tahun 2026.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU