NASA baru-baru ini mengeluarkan peringatan terkait kenaikan permukaan air laut yang dapat mencapai 3-6 kaki (0,9-1,8 meter) pada akhir abad ini, yang mengancam banyak kota pesisir di dunia, termasuk Jakarta.
Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dengan mencairnya es kutub akibat perubahan iklim, Jakarta menjadi salah satu kota paling rawan tenggelam, berpotensi mengakibatkan ratusan juta manusia kehilangan tempat tinggal.
Problematika Banjir di Jakarta
Fenomena banjir yang kerap terjadi di Jakarta, termasuk banjir yang melanda wilayah Jabodetabek pada awal Maret 2025, menunjukkan gejala awal dari ancaman yang lebih besar.
Peningkatan permukaan air di Jakarta mencapai sekitar 17 cm per tahun, memperburuk kondisi kota yang berada di dataran rendah.
Jakarta, yang merupakan dataran bekas rawa dan dikelilingi 13 sungai, berada dalam posisi rentan terhadap dampak kenaikan permukaan laut.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Upaya Pemerintah dan Kesiapan Masa Depan
Dengan mempertimbangkan potensi banjir besar dan kerusakan yang mungkin terjadi, pemerintah Indonesia memutuskan untuk memindahkan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN), yang diharapkan selesai pada tahun 2045.
"Ibu kota baru yang dinamai IKN diprediksi akan rampung sepenuhnya pada 2045. Pada saat itu, IKN kemungkinan menjadi pelarian dari Jakarta yang tenggelam," laporan Sciencing menyatakan.
Pemindahan ini merupakan langkah proaktif dalam menghadapi risiko yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.
Kota-Kota Lain yang Terancam
Jakarta bukan satu-satunya kota yang menghadapi risiko tenggelam; ada sejumlah kota lain di dunia yang juga terancam, seperti Alexandria, Miami, dan Lagos.
Selain itu, kota-kota seperti Bangkok dan Kolkata juga dihadapkan pada bahaya yang tidak kalah serius akibat banjir musiman dan aktivitas manusia.
"Waktu manusia makin sedikit," ungkap para ilmuwan terkait ancaman ini, menegaskan bahwa tanpa tindakan nyata, konsekuensinya bisa menjadi bencana bagi banyak kota pesisir.
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: