Zohran Mamdani, wali kota terpilih New York, akan dilantik menggunakan Al-Quran berusia berabad-abad, menandai langkah bersejarah bagi kota tersebut.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik
Dengan pelantikan ini, Mamdani menjadi Muslim pertama, orang Asia Selatan pertama, serta orang kelahiran Afrika pertama yang menjabat sebagai wali kota di New York.
Pelantikan Bersejarah di Kota New York
Pengambilan sumpah Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York direncanakan dilakukan segera setelah tengah malam di sebuah stasiun kereta bawah tanah yang bersejarah di bawah Balai Kota.
Pemilihan lokasi ini tidak hanya mencerminkan keberagaman tetapi juga perkembangan politik yang mengarah pada representasi yang lebih luas dalam pemerintahan lokal.
Sebagai anggota Partai Demokrat, Mamdani dikenal memiliki fokus pada isu keterjangkauan dan aksesibilitas perumahan. Ia juga aktif dalam komunitas Muslim di New York.
Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Simbolisme Al-Quran dalam Upacara Pelantikan
Dalam upacara tersebut, Mamdani akan meletakkan tangannya di atas tiga Al-Quran, dua di antaranya merupakan milik kakek dan neneknya, sementara satu Al-Quran lainnya merupakan manuskrip berharga dari akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19.
"Al-Quran kecil ini menyatukan unsur-unsur iman dan identitas dalam sejarah Kota New York," kata Hiba Abid, kurator Studi Timur Tengah dan Islam di Perpustakaan Umum New York.
Mamdani juga terbuka menyatakan keyakinannya sebagai seorang Muslim dan terlihat aktif menghadiri masjid untuk membangun dukungan di antara pemilih Muslim dan Asia Selatan.
Reaksi dan Politisasi Terhadap Pelantikan
Penggunaan Al-Quran dalam pelantikan Mamdani telah menerima reaksi keras dari berbagai kelompok, termasuk komentar dari Senator AS Tommy Tuberville yang mengungkapkan kekhawatirannya di media sosial.
Dewan Hubungan Amerika-Islam menganggap Tuberville sebagai ekstremis anti-Muslim karena pandangannya yang dianggap diskriminatif.
Hiba Abid berharap perhatian yang ditimbulkan oleh upacara ini dapat memicu pengetahuan lebih lanjut tentang koleksi perpustakaan yang mendokumentasikan sejarah Islam di New York.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: