Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengemukakan berbagai tantangan yang akan menguji ketahanan Indonesia dalam sepuluh tahun mendatang, termasuk cuaca ekstrem dan dampak perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN
Pernyataan ini disampaikan dalam rilis akhir tahun 2025, di mana sepuluh tantangan global diprediksi akan mempengaruhi Indonesia ke depan.
Tantangan yang Dihadapi Indonesia
Kapolri menjelaskan bahwa Indonesia akan menghadapi sepuluh tantangan utama yang terkait dengan situasi global saat ini. Tantangan ini mencakup cuaca ekstrem, perubahan sistem alam, serta dampak negatif dari teknologi artificial intelligence.
Jenderal Sigit menegaskan bahwa kompleksitas tantangan ini akan meningkat seiring dengan perkembangan global yang semakin cepat dan tidak terduga.
Di antara tantangan tersebut, polarisasi sosial dan perang siber juga dinilai sebagai isu penting yang harus diperhatikan oleh seluruh elemen masyarakat.
Jenderal Sigit menambahkan, "Cuaca ekstrem, kehilangan keanekaragaman hayati, perubahan sistem alam, kelangkaan sumber daya alam, misinformasi dan disinformasi, dampak negatif teknologi AI, ketimpangan, polarisasi sosial, spionase dan perang siber, serta polusi."
Dampak Cuaca Ekstrem
Cuaca ekstrem yang terjadi adalah salah satu tantangan dengan dampak paling nyata. Bencana alam yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem tidak hanya menyebabkan banyak korban, tetapi juga menghancurkan infrastruktur vital yang diperlukan oleh masyarakat.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi
Kondisi ini berpotensi memberikan tekanan yang signifikan terhadap stabilitas ekonomi nasional akibat kerusakan yang ditimbulkan.
Contoh cuaca ekstrem yang dapat dijadikan acuan adalah siklon tropis yang melanda Filipina pada 28 November 2025, yang mengakibatkan 643 warga meninggal dan kerugian ekonomis mencapai USD 6 miliar.
Gempa bumi bermagnitudo 7,5 yang terjadi di Jepang pada 8 Desember 2025 juga menunjukkan dampak serupa, dengan 34 orang terluka dan kerusakan besar pada infrastruktur setempat.
Pentingnya Persiapan dan Mitigasi
Menghadapi tantangan semacam itu memerlukan langkah-langkah proaktif dalam mitigasi risiko bencana. Persiapan dan respons yang tepat menjadi esensial dalam mengurangi dampak yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem di masa depan.
Kapolri menekankan bahwa kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat penting dalam penanggulangan bencana serta persiapan infrastruktur.
"Sejalan dengan berbagai risiko tersebut, bencana alam akibat cuaca ekstrem saat ini menjadi salah satu tantangan yang dampaknya paling nyata," katanya.
Pengembangan kebijakan yang mendukung ketahanan terhadap perubahan iklim dan pengembangan teknologi juga perlu menjadi prioritas dalam agenda nasional.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: